Investor atau Trader, Kamu Yang Mana?

  • Artikel Edukasi
  • 13 Mei 2024

Investasi dan trading merupakan aktivitas transaksi jual beli saham yang sama-sama dilakukan di pasar modal. Namun apa perbedaan antara keduanya?

Serupa tapi tak sama, investasi dan trading layaknya seperti lari marathon dan sprint. Meski tujuannya sama, tapi jarak tempuhnya berbeda. Investasi ibaratnya seperti pelari marathon yang menempuh jarak lebih jauh dan panjang. Sedangkan Trading ibaratnya seperti pelari sprint yang hanya menempuh jarak pendek dan singkat.

Nah kamu yang mana? Berikut inilah perbedaan investor dan trader yang harus kamu tahu!

Waktu

Investor cenderung mengalokasi dana investasi mereka untuk memperoleh keuntungan di masa depan. Bahkan investor cukup sabar dan setia di saham yang diinvestasikan mereka hingga waktu yang lama sampai bertahun-tahun.

Trader cenderung mengamankan keuntungan investasi dan melakukan transaksi jual beli saham dalam waktu yang singkat. Sehingga mereka lebih fokus pada perubahan harga jangka pendek dan memanfaatkan selisih antara harga beli dan harga jual atau capital gain. Sehingga fluktuasi pasar dapat menentukan berapa return yang bisa didapat oleh trader.

 

Risiko

Investasi dan Trading tetap saja sama-sama memiliki risiko, meski relatif berbeda. Seperti prinsip ‘high risk high return’ yang artinya semakin tinggi imbal hasilnya, semakin tinggi risikonya. 

Risiko trading terbilang lebih tinggi dalam jangka pendek karena adanya fluktuasi pasar. Berbeda dengan risiko investasi yang lebih stabil, mengingat potensi return dari investasi cenderung baru didapatkan di masa depan.

 

Keuntungan lainnya

Investor dapat menikmati berbagai keuntungan investasi, tak hanya dari selisih kenaikan harga saham saja atau capital gain, tapi juga dari dividen. Maka itu, investor biasanya melirik saham-saham berfundamental baik yang konsisten memiliki kinerja positif. Karena ketika perusahaan mampu mencatatkan pertumbuhan laba, maka kemungkinan besar juga perusahaan tersebut akan membagikan dividen ke pemegang saham.

Selain dividen, investor juga bisa memanfaatkan momentum keuntungan lainnya ketika ada aksi korporasi seperti right issue. Tujuan perusahaan melakukan right issue saham untuk mendapatkan tambahan modal dengan cara menerbitkan saham baru. Biasanya investor lama di perusahaan tersebut dapat membeli sahamnya dengan harga right yang cenderung lebih rendah atau terdiskon dari harga pasar. Maka itu, pentingnya investor perlu mencermati berapa rasio dan harga right yang ditentukan oleh perusahaan yang hendak melakukan right issue.

Nah hal ini jelas tidak bisa dimanfaatkan oleh trader ya! karena trader biasanya melakukan transaksi jual beli saham dalam jangka pendek.

Kembali ke Blog