09537982
IQPlus, (6/4) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menyerang fasilitas energi Iran merupakan "pengakuan kejahatan perang," kata Kementerian Luar Negeri Iran, Minggu (5/4).
"Menteri Luar Negeri Iran, juga menyinggung ancaman AS untuk menyerang fasilitas energi Iran, menyebut pernyataan tersebut sebagai pengakuan yang jelas atas tindakan kejahatan perang," demikian pernyataan kementerian melalui Telegram, menyusul percakapan telepon antara Araghchi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Menlu Iran itu menyeru Dewan Keamanan PBB dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk segera mengutuk serangan AS terhadap fasilitas Iran, mengingat Washington telah menyerang infrastruktur industri dan energi, pendidikan, medis, dan nuklir Iran sejak awal serangan militer ke Iran
AS dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari, dan menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran membalas dengan meluncurkan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel, serta Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS sebagai bentuk pertahanan diri.
Iran juga telah membatasi pergerakan kapal melalui Selat Hormuz. (end/ant)