18630257
IQPlus, (6/7) - Indonesia Women in Finance (IWF) 2026 Annual Conference sukses diselenggarakan hari ini dengan mengangkat tema "Empowering Women in Entrepreneurship: Building Your Own Venture." Konferensi ini menjadi wadah bagi para pemimpin perempuan, pelaku usaha, profesional, dan komunitas untuk berbagi pengalaman membangun bisnis, memimpin transformasi, serta mendorong semakin banyak perempuan Indonesia menjadi entrepreneur yang tangguh dan berdampak.
Konferensi dibuka oleh Executive Board Member CFA Society Indonesia, Melisa Hendrawati, CFA (CFO PT Super Bank Indonesia Tbk.) bersama Siti Rakhmawati, CFA (Director Investment & Finance Dapen Telkom). Sejumlah tokoh perempuan inspiratif turut hadir sebagai pembicara, antara lain Dayu Dara Permata (CEO & Founder Pinhome), Yessie D. Yosetya (Director & Chief Information Technology Officer PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk.), Ellin Waty (Founder EC2), Lany Wong, CFA (CFO PT Saratoga Investama Sedaya Tbk.), serta Susanna Angraini (Founder & CEO Yoona Digital Indonesia). Diskusi dipandu oleh Hany Gungoro, CFA (People & Numbers Paxcis Identity).
Mengangkat semangat membangun usaha di era yang semakin dinamis, konferensi membahas lima perspektif utama yang menjadi tantangan sekaligus pertanyaan bagi setiap calon entrepreneur: Are we ready? How do we build efficiently with technology? How do we balance business, family, and personal life? How do we finance growth? serta How do we build resilience and confidence?
Dalam sambutan pembukaannya, Melisa Hendrawati menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan dalam dunia kewirausahaan bukan lagi sekadar isu kesetaraan, melainkan kebutuhan strategis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Tantangan kita hari ini bukan lagi membuktikan bahwa perempuan mampu. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan mereka memiliki akses terhadap modal, teknologi, jaringan, mentor, dan kepercayaan diri untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Ketika lebih banyak perempuan berwirausaha, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh keluarga mereka, tetapi juga oleh perekonomian nasional," ujar Melisa.
Sementara itu, Siti Rakhmawati menyoroti besarnya kontribusi perempuan dalam sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi, namun masih menghadapi berbagai tantangan dalam memperoleh akses terhadap pembiayaan, jejaring, maupun peluang pengembangan usaha. Karena itu, dukungan dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat lahirnya lebih banyak women entrepreneurs di Indonesia.
Selain sesi diskusi panel, peserta juga mengikuti Speedy Mentoring, sebuah sesi mentoring interaktif yang mempertemukan peserta secara langsung dengan para pemimpin perempuan dan praktisi industri. Dalam sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk berdiskusi mengenai pengembangan karier, membangun bisnis, kepemimpinan, hingga strategi menghadapi berbagai tantangan profesional.
Konferensi juga menjadi momentum perkenalan buku Career Jungle, karya Hany Gungoro, Melisa Hendrawati (CFA Society Indonesia), dan Steve Balaban (CFA Society Canada). Buku ini lahir dari kesadaran bahwa dunia kerja saat ini telah berubah secara fundamental. Jika dahulu perjalanan karier diibaratkan sebagai tangga yang harus dinaiki secara bertahap, kini karier lebih menyerupai sebuah jungle - dinamis, kompleks, penuh perubahan, sekaligus menawarkan peluang tanpa batas bagi mereka yang adaptif dan terus belajar. Konsep inilah yang kemudian diwujudkan dalam metafora The Career Jungle.
Melalui penyelenggaraan Indonesia Women in Finance Conference 2026, IWF berharap dapat terus membangun ekosistem yang mendorong kolaborasi, mentoring, dan jejaring profesional bagi perempuan Indonesia. Harapannya, konferensi ini tidak hanya menjadi forum berbagi inspirasi, tetapi juga melahirkan lebih banyak perempuan yang berani membangun usaha, memimpin organisasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. (end)