JAGA EFISIENSI BISNIS, KALBE FARMA YAKIN DAPAT MEMPERTAHANKAN MARGIN

  • Info Pasar & Berita
  • 27 Agt 2024

23954193

IQPlus,(27/8) - Di tengah risiko geopolitik dan fluktuasi keuangan global, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengelola rantai pasokan dengan seksama, serta melakukan normalisasi persediaan secara bertahap dengan tetap mengutamakan ketersediaan produk.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady menuturkan bahwa untuk mempertahankan margin ke depan, Perseroan akan terus menjaga efisiensi bisnis dengan pemanfaatan digitalisasi serta mengelola efektivitas pemasaran untuk meningkatkan pertumbuhan.

"Strategi kenaikan harga dapat diterapkan secara selektif dengan memperhatikan kondisi daya beli masyarakat. Perseroan juga mencadangkan kas dalam USD sebagai mitigasi fluktuasi nilai tukar Rupiah/USD mengingat sebagian besar bahan baku masih harus diimpor," katanya dalam acara Public Expose Live, di Jakarta, Selasa (27/8).

Irawarti menambahkan, Perseroan mempertahankan Outlook 2024 dengan pertumbuhan penjualan pada kisaran 6 . 7% pertumbuhan laba bersih pada kisaran 13 . 15%, serta kebijakan dividen dengan rasio 45% . 55% terhadap laba bersih 2023. Selain itu, Perseroan melanjutkan program pembelian kembali saham dengan anggaran Rp 1 triliun untuk mendukung harga saham dan memberikan nilai yang optimal bagi pemegang saham.

Sebagai informasi, Perseroan melanjutkan pertumbuhan laba bersih double-digit sebesar 18,1% YoY karena pertumbuhan positif seluruh segmen bisnis, didukung pengelolaan biaya operasional yang baik, dan dampak positif dari biaya non-operasional. Margin laba kotor relative stabil di 39,6% dibanding periode Q1-24 karena dampak bauran produk. Dibandingkan periode 1H-23 sebesar 40,7%, margin laba kotor tercatat lebih rendah di 1H-24 terutama akibat dampak bauran produk.

"Kami menilai kinerja Semester I-2024 menunjukkan tanda pemulihan yang baik dari sisi volume permintaan, dan dibarengi dengan trend pemulihan margin yang positif. Berbagai inisiatif strategis berjalan sesuai rencana khususnya untuk membangun ekosistem onkologi, obat biologi, obat generik dan alat kesehatan, serta kemitraan strategis untuk membangun produksi bahan baku obat. Dengan tetap mewaspadai gejolak eksternal dari kondisi finansial dan geopolitik global, kami percaya bahwa Perseroan mampu terus tumbuh dan memanfaatkan peluang dalam industry kesehatan Indonesia dalam memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia," katanya. (end)



Kembali ke Blog