02739581
IQPlus, (28/1) - Stabilitas harga pangan di sejumlah wilayah terdampak bencana mulai menunjukkan perbaikan.
Indeks Perkembangan Harga (IPH) di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara tercatat mengalami penurunan, menandakan distribusi dan pasokan kebutuhan pokok masyarakat kembali bergerak normal.
Informasi tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Jakarta, Selasa (27/01).
Menurut Mendagri memberikan apresiasi khusus kepada Perum BULOG dan BAPANAS atas langkah cepat dan peran aktifnya dalam menjaga ketersediaan serta kelancaran distribusi pangan di daerah terdampak bencana.
"Pemerintah, terutama BULOG dan BAPANAS, melakukan langkah yang sangat luar biasa. Pengiriman suplai minyak goreng dan beras didorong ke daerah-daerah yang sulit, bahkan melalui jalur udara, menggunakan helikopter maupun pesawat Hercules," ujar Mendagri.
Penurunan IPH ini mencerminkan keberhasilan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BULOG dalam memastikan pasokan pangan tetap tersedia meskipun menghadapi tantangan keterbatasan akses logistik akibat bencana alam.
Peran BULOG menjadi sangat krusial, terutama saat jalur distribusi darat mengalami gangguan.
Dengan mengoptimalkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) serta memanfaatkan jalur distribusi alternatif, termasuk jalur udara, BULOG memastikan penyaluran beras dan komoditas pangan strategis lainnya tetap berjalan guna menekan potensi lonjakan harga di tingkat konsumen.
Menanggapi apresiasi tersebut, Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
"Apresiasi dari Bapak Menteri Dalam Negeri menjadi motivasi bagi kami untuk terus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana. BULOG menjalankan penugasan pemerintah dengan mengedepankan kecepatan distribusi, fleksibilitas jalur logistik, serta sinergi erat dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan,"ujar Direktur Utama Perum BULOG. (end)