20547785
IQPlus, (25/7) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. secara resmi mengambil alih kendali penuh atas PT Jasamarga Jogja Solo (PT JMJ).
Langkah ini dilakukan melalui adendum atas Perjanjian Pemegang Saham atau Shareholders Agreement (SHA) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Adendum tersebut mengubah bentuk pengendalian dari joint control, di mana Jasa Marga memiliki 52,82% saham dan PT Adhi Karya 47,18%, menjadi pengendalian tunggal oleh Jasa Marga.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono menyampaikan, "Adendum perjanjian ini tidak mengubah komposisi kepemilikan saham para pihak, mengingat aktivitas yang dilakukan hanya sebatas mengubah ketentuan SHA yang semula bersifat joint control menjadi pengendalian tunggal pada Jasa Marga."
"Dengan demikian, Jasa Marga dapat segera menerapkan kebijakan demi meningkatkan kenyamanan, keamanan, dan efisiensi pengguna jalan tol di wilayah Solo.Yogyakarta.NYIA Kulonprogo serta jaringan tol lain di bawah naungan perusahaan."
Rivan menambahkan, "Langkah ini memperkuat posisi Jasa Marga dalam mewujudkan jaringan jalan tol yang terintegrasi dan andal. Pengendalian penuh atas PT JMJ memungkinkan kami mempercepat implementasi standar keselamatan, layanan, dan pemeliharaan yang konsisten di seluruh jaringan Trans Jawa..
Seiring dengan perubahan ini, Jasa Marga kini memegang kendali penuh dalam menetapkan seluruh arah kebijakan PT JMJ, termasuk dalam aspek operasional, investasi, dan pengembangan bisnis.
Dengan wewenang penuh ini, perusahaan dapat memastikan standar mutu yang seragam serta efisiensi pengelolaan yang sejalan dengan ruas tol lain yang juga dikelola Jasa Marga.
Kepemilikan penuh Jasa Marga atas PT JMJ juga menjadikan perusahaan tersebut sebagai bagian yang terintegrasi dalam laporan keuangan Jasa Marga.
Hal ini dilakukan tanpa melalui proses transaksi pembelian saham, sebab mekanisme perubahan kepemilikan diatur langsung lewat adendum SHA, sesuai praktik akuntansi konsolidasi.
Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, yang berada di bawah pengelolaan PT JMJ, telah terhubung langsung dengan jaringan tol Trans Jawa milik Jasa Marga Group.
Pengambilalihan kendali ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat aset inti, menyatukan pengelolaan ruas tol, serta memastikan keseragaman kualitas layanan dari aspek operasional, pemeliharaan, hingga fasilitas rest area. (end)