14852390
IQPlus, (29/5) - PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) memfokuskan strategi bisnis 2026 pada penguatan bisnis inti serta pengembangan sumber pertumbuhan baru melalui inovasi teknologi dan kolaborasi strategis. Perseroan menaruh perhatian besar pada pengembangan teknologi digital, termasuk Radio Frequency Identification (RFID) dan layanan tanda tangan digital.
Direktur Utama JTPE, Allan Wibisono Oei, mengatakan salah satu langkah strategis perusahaan tahun ini adalah pengembangan teknologi RFID melalui pembentukan perusahaan patungan baru. Pada Maret 2026, JTPE bersama PT Csmart IoT Indonesia yang merupakan bagian dari Csmart China mendirikan PT Nusatec Global Solutions.
Manajemen menilai kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam transformasi bisnis perseroan menuju layanan berbasis digital. Teknologi RFID dinilai memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan sistem aplikasi, perangkat lunak, hingga identitas digital.
"RFID merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam transformasi Jasuindo menuju produk-produk digital. Teknologi ini sangat erat kaitannya dengan pengembangan sistem aplikasi, software, dan identitas digital," ujar manajemen.
Selain RFID, perseroan juga terus memperluas layanan tanda tangan digital dan sertifikat elektronik melalui platform eSign yang telah diluncurkan sejak 2024. Manajemen menyebut pertumbuhan pelanggan eSign mulai terlihat sejak kuartal IV-2025 hingga kuartal I-2026 dan diperkirakan terus meningkat sepanjang tahun ini.
Di sisi pasar internasional, JTPE juga membidik peningkatan ekspor dengan memanfaatkan jaringan global milik mitra strategisnya, Toppan Security. Kerja sama tersebut dinilai membuka akses lebih luas ke pasar negara maju sekaligus memperkuat transfer teknologi dan pengetahuan bagi perseroan. (end)