27041437
IQPlus, (28/9) - Tiongkok bersiap memangkas tarif atas berbagai produk pertanian AS mulai dari jagung dan gandum hingga daging dan produk susu namun kedelai, yang merupakan komoditas impor utama, tidak termasuk dalam daftar pengurangan tarif yang dirilis oleh kementerian perdagangannya pada hari Senin.
Pasar telah menantikan kabar mengenai pemangkasan tarif Tiongkok atas produk pertanian AS menyusul pertemuan puncak antara pemimpin Xi Jinping dan Donald Trump di Washington pekan lalu.
Kementerian perdagangan menyatakan bahwa daftar tersebut mencakup sorgum, minyak nabati dan bungkil (hasil olahan biji minyak), termasuk minyak kedelai dan bungkil kedelai, serta daging, produk susu, dan komoditas lainnya.
Namun, kedelai AS masih dikenakan tarif tambahan sebesar 10%. Para pedagang memperingatkan bahwa angka ini terlalu tinggi untuk ditanggung oleh perusahaan pengolah swasta, meskipun pembeli milik negara Tiongkok telah meningkatkan pembelian.
Kedua belah pihak telah sepakat untuk membentuk dewan perdagangan yang tugas pertamanya adalah membahas pemangkasan tarif timbal balik untuk produk senilai US$30 miliar, sebagai upaya menjamin stabilitas hubungan ekonomi dan perdagangan.
Perusahaan pertanian milik negara Tiongkok, Sinograin dan COFCO, telah membeli lebih dari 12 juta metrik ton kedelai AS; jumlah ini hampir separuh dari total 25 juta ton yang menurut Gedung Putih telah disepakati Beijing untuk dibeli setiap tahun hingga tahun 2028.
Berdasarkan perhitungan Reuters, nilai perdagangan produk pertanian dan komoditas terkait yang tercantum dalam daftar hari Senin tersebut mencapai sekitar US$17 miliar pada tahun 2024 angka yang kurang lebih sesuai dengan komitmen pembelian yang dilaporkan Tiongkok (di luar kedelai).
Pada bulan Mei, Gedung Putih menyatakan bahwa Beijing telah sepakat untuk membeli volume tersebut setiap tahun hingga tahun 2028, namun Tiongkok belum mengonfirmasi target apa pun terkait pembelian tersebut. (end/Reuters)