05054062
IQPlus, (20/2) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) berharap kebijakan automatic adjustment yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan dapat dicabut pada pertengahan 2024 untuk menggenjot kinerja ekspor Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Dirjen PEN) Didi Sumedi mengatakan, Kemendag telah membuat perencanaan anggaran untuk program-program yang dijalankan pada 2024. Namun, karena ada automatic adjustment, Kementerian harus memilah mana yang menjadi rencana prioritas.
"Kami sudah merancang anggaran di 2023, sekarang kan ada automatic adjustment dan lain-lain, itu yang terkena. Tapi mudah-mudahan bisa dibuka lagi di pertengahan tahun," ujar Didi ditemui di Semarang, Jawa Tengah, Selasa.
Didi menyampaikan, kebijakan automatic adjustment secara tidak langsung memberikan efek pada rancangan kerja Kemendag, salah satunya adalah dalam memaksimalkan ekspansi perdagangan luar negeri.
Anggaran Kementerian tersebut bisa digunakan untuk mempromosikan produk-produk Indonesia melalui perwakilan dagang di tiap negara.
"Effort untuk bisa terus eksis, kita memasarkan produk-produk di luar negeri, kan kita harus ikut pameran, misi dagang, kegiatan yang memberikan kesempatan kita untuk terus memasarkan produk Indonesia," ucap Didi. (end/ant)