05156597
IQPlus, (21/2) - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bandara di wilayah Papua tetap beroperasi setelah terjadi dua insiden penembakan pesawat di Beoga dan Dekai pada 16 dan 17 Februari 2024 lalu.
Ditjen Hubud terus memantau situasi penerbangan di wilayah Papua dan memastikan bandara atau lapangan terbang masih tetap beroperasi guna kepentingan mobilisasi orang dan penyaluran logistik.
"Mengingat daerah-daerah di Papua tersebut merupakan daerah terpencil dan pedalaman yang hanya dapat dijangkau dengan moda transportasi udara dengan layanan penerbangan perintis, maka baik bandara maupun lapangan terbang tetap dioperasikan guna kepentingan mobilisasi orang dan penyaluran logistik," ucap Direktur Jenderal Perhubungan Udara M. Kristi Endah Murni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Diketahui, Lapangan Terbang Beoga berlokasi di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Sedangkan, Bandar Udara Nop Goliat Dekai berada di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Berdasarkan data Ditjen Hubud, ritme insiden yang ada di Papua terjadi di rentang waktu Oktober hingga Mei setiap tahunnya secara terus-menerus. Oleh karena itu, untuk memitigasi insiden serupa agar tidak terjadi kembali, Kemenhub melalui Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah X Merauke telah mengeluarkan surat edaran tentang keamanan penerbangan di wilayah kerjanya.
"Terkait kasus penembakan yang sering terjadi, Kami di pusat terus berkoordinasi secara intens dengan pihak bandara melalui posko intensif keselamatan dan keamanan penerbangan, di mana posko ini bertujuan untuk menghimpun data kondisi keamanan bandara paling lambat tiga jam sekali di Wilayah Kerja OBU X Merauke," kata Kristi. (end/ant)