21925396
IQPlus, (7/8) - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2024 sebesar 5,05 persen (yoy) mendongkrak minat investor terhadap Surat Utang Negara (SUN).
"Appetite investor mulai terlihat risk on atas solidnya kondisi perekonomian domestik," kata Direktur Surat Utang Negara DJPPR Deni Ridwan di Jakarta, Selasa.
Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi Juli 2024 yang berada pada level 2,13 persen yoy serta afirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil oleh lembaga rating S&P juga diyakini memengaruhi minat investor.
Dari pasar keuangan global, The Fed menahan suku bunga acuannya pada FOMC meeting pekan lalu sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar dengan semakin tingginya probabilitas penurunan Fed Fund Rate di bulan September mendatang.
"Minat investor pada lelang SUN hari ini sangat baik tercermin dari naiknya total incoming bids menjadi Rp66,99 triliun dari Rp57,19 triliun pada lelang SUN sebelumnya," ujar Deni.
Dia menambahkan penerbitan SUN seri baru FR0103 dengan tenor 11 tahun sebagai calon SUN seri benchmark tenor 10 tahun untuk tahun 2025 mendapat sambutan yang sangat positif.
Hal itu tercermin dari incoming bids seri tersebut yang mencapai Rp37,1 triliun atau 55,4 persen dari total incoming bids, dan dimenangkan sebesar Rp10,65 triliun atau 46,3 persen dari total awarded bids. Incoming dan awarded bids seri tersebut merupakan yang terbesar pada lelang hari ini. (end/ant)