02556921
IQPlus, (26/1) - Kementerian Perindustrian memperbaiki skema Kredit Industri Padat Karya (KIPK) untuk meningkatkan efektivitas penyaluran pembiayaan pada 2026 setelah realisasi program tersebut pada 2025 dinilai masih rendah.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan hingga Desember 2025, realisasi penyaluran KIPK baru mencapai Rp16,45 miliar atau sekitar 2,09 persen dari total plafon Rp787 miliar yang disiapkan pemerintah.
"Penyerapan KIPK 2025 memang masih rendah dan subsidi bunganya juga belum optimal terserap," kata Agus dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Jakarta, Senin.
Agus mencatat realisasi subsidi bunga KIPK pada 2025 hanya sebesar Rp13,67 juta atau sekitar 0,27 persen dari total anggaran subsidi bunga sebesar Rp4,9 miliar.
Ia menjelaskan rendahnya penyaluran KIPK dipengaruhi sejumlah kendala teknis dan kelembagaan, antara lain belum tuntasnya petunjuk pelaksanaan di internal bank penyalur, belum selesainya perjanjian kerja sama dengan lembaga penjamin dan asuransi, serta belum terintegrasinya sistem host to host perbankan dengan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP). (end/ant)