10358332
IQPlus, (14/4) - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (Ditjen IKMA) menyatakan bahwa Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) memiliki peran penting untuk menguatkan struktur industri alas kaki dalam negeri.
Direktur Jenderal Ditjen IKMA Reni Yanita di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin mengatakan bahwa keberadaan BPIPI dinilai berjasa bagi perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) alas kaki melalui sejumlah upaya yang dilakukan yang salah satunya adalah menguatkan struktur industri alas kaki.
"BPIPI sangat berjasa bagi perkembangan IKM, seperti mendorong pemasaran dan daya saing, penguatan struktur industri, peningkatan kreativitas dan inovasi, perluasan kapasitas industri persepatuan, serta menjadi jembatan antara IKM dengan industri yang lebih besar," katanya.
Saat mendampingi rombongan Kunjungan Reses Komisi VII DPR RI itu, Reni mengatakan, BPIPI sebagai salah satu satuan kerja di bawah Kementerian Perindustrian, keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi serta konsumsi sepatu dalam negeri.
Menurutnya, sektor industri alas kaki nasional mulai dari sektor IKM hingga industri yang lebih besar, memiliki kontribusi yang cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yakni mencapai Rp30,70 triliun pada 2023.
Ia menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan kerja sama intensif dengan para pelaku IKM guna meningkatkan daya saing produk alas kaki dalam negeri.
Ia menegaskan, keberadaan BPIPI juga menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk pengembangan desain terkini yang sesuai dengan selera konsumen, serta meningkatkan kualitas melalui pembuatan sepatu yang awet dengan harga yang kompetitif. (end/ant)