08330354
IQPlus, (25/3) - Kepala Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Apit Pria Nugraha menekankan pentingnya peran sektor industri dan transportasi dalam pencapaian target Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Apit menyampaikan, Indonesia menargetkan untuk mencapai net zero emission (NZE) pada tahun 2060, dengan sektor industri diharapkan mencapai target tersebut pada tahun 2050, atau lebih cepat 10 tahun dari target nasional.
"Indonesia menargetkan net zero emission pada tahun 2060 dan untuk sektor industri ditargetkan mencapainya pada tahun 2050 atau lebih cepat 10 tahun dari target nasional," ujar Apip dalam acara perkenalan teknologi Chery Super Hybrid (CSH) di Jakarta, Senin.
Apit mengatakan, sektor transportasi memiliki kontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca nasional, menyumbang sekitar 27 persen dari total emisi tersebut.
Seiring dengan meningkatnya urbanisasi dan kepemilikan kendaraan, emisi dari sektor ini diproyeksikan akan berlipat ganda pada tahun 2030 jika tidak ada langkah mitigasi yang diterapkan.
Ia menjelaskan, Kemenperin telah menyusun sejumlah strategi untuk mendekarbonisasi sektor industri guna mencapai target net zero emission 2050.
Adapun salah satu langkah yang sedang dijalankan adalah pembatasan emisi, yang diharapkan akan mendorong produsen dan sektor industri untuk lebih berfokus pada pengurangan dampak lingkungan. (end/ant)