29925481
IQPlus, (27/10) - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan tumbuhnya 20.800 wirausaha baru (WUB) industri kecil dan menengah (IKM) secara kumulatif pada tahun 2023 lantaran perannya sebagai motor ekonomi kerakyatan.
"IKM merupakan motor penggerak aktivitas ekonomi berbasis kerakyatan, dengan demikian pembinaan dan penguatan IKM tidak hanya memberikan dampak ekonomi, namun juga dampak sosial yang nyata," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan yang diterima di Banten, Kamis.
Menperin mengatakan peningkatan jumlah dan populasi WUB ini dilakukan melalui berbagai pelatihan dari sisi manajerial untuk mendorong jiwa kewirausahaan dan sisi teknis produksi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, populasi IKM mencapai 4,18 juta unit usaha, yang merupakan 99,7 persen dari total unit usaha industri manufaktur.
Sektor IKM mampu menyerap tenaga kerja hingga 9,88 juta orang atau sebanyak 65,51 persen dari total tenaga kerja industri.
Hingga tahun 2022, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) telah melatih sebanyak 18.645 WUB, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2021 yang mencapai 8.019 WUB.
Selain itu, sebanyak 7.534 WUB telah terfasilitasi untuk mendapatkan legalitas usaha, meningkat dari tahun 2021 sebanyak 5.330 WUB.
Upaya penumbuhan WUB oleh Kemenperin didasarkan pada potensi sumber daya bahan baku dan kearifan budaya lokal. (end/ant)