12332590
IQPlus, (4/5) - PT Jababeka Tbk (KIJA) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp1.192,2 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, dibandingkan dengan Rp1.291,0 miliar pada kuartal pertama tahun 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya kontribusi dari Pilar Land Development & Property, khususnya dari penjualan tanah matang, meskipun kinerja Pilar Infrastruktur menunjukkan pertumbuhan yang solid dan semakin dominan sebagai sumber pendapatan berulang Perseroan.
Pendapatan dari Pilar Land Development & Property tercatat sebesar Rp507,1 miliar pada 1Q26, turun dari Rp690,1 miliar pada 1Q25. Penurunan ini terutama berasal dari penjualan tanah matang yang tercatat sebesar Rp433,9 miliar dibandingkan Rp638,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan penjualan lahan industri tersebut terutama berasal dari Cikarang dan Kendal, yang sebagian besar disebabkan oleh perbedaan waktu pengakuan pendapatan. Namun demikian, penjualan tanah dan bangunan pabrik standar meningkat signifikan menjadi Rp32,5 miliar dari Rp9,3 miliar, sementara penjualan rumah dan tanah juga naik menjadi Rp21,8 miliar dari Rp13,9 miliar, menunjukkan permintaan properti industri tetap sehat.
Di sisi lain, Pendapatan dari Pilar Infrastruktur meningkat 15% menjadi Rp654,7 miliar pada tiga bulan pertama tahun 2026, dibandingkan dengan Rp568,3 miliar pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen ketenagalistrikan yang meningkat menjadi Rp418,5 miliar dari Rp384,2 miliar, seiring meningkatnya konsumsi listrik tenant di Kendal dan Cikarang. Selain itu, pendapatan dari segmen jasa dan pemeliharaan (air, air limbah, pengelolaan kawasan, dan lainnya) juga tumbuh signifikan menjadi Rp173,3 miliar dari Rp116,9 miliar, mencerminkan aktivitas tenant yang semakin tinggi, khususnya di Kendal. Sementara itu, pendapatan dry port (CDP) tercatat sebesar Rp57,2 miliar dibandingkan Rp62,6 miliar pada 1Q25.
Kontribusi pendapatan berulang dari Pilar Infrastruktur semakin dominan, mencapai sekitar 55% dari total pendapatan, meningkat dari 44% pada 1Q25, yang mencerminkan fundamental bisnis Perseroan yang semakin kuat dan berkelanjutan di tengah fluktuasi penjualan lahan
Pendapatan dari Pilar Leisure & Hospitality tercatat relatif stabil sebesar Rp30,3 miliar dibandingkan Rp32,5 miliar pada 1Q25, dengan kontribusi utama tetap berasal dari segmen golf serta bisnis pendukung lainnya yang menjaga diversifikasi pendapatan Perseroan.
Laba kotor konsolidasi tercatat sebesar Rp432,2 miliar pada 1Q26 dibandingkan Rp540,8 miliar pada 1Q25. Margin laba kotor konsolidasi berada pada level 36% pada 1Q26, dibandingkan dengan 42% pada 1Q25. Penurunan ini sejalan dengan menurunnya kontribusi dari penjualan lahan industri yang umumnya memiliki margin lebih tinggi, serta meningkatnya kontribusi dari Pilar Infrastruktur yang umumnya memberikan pendapatan lebih stabil namun dengan margin yang lebih rendah dibandingkan penjualan lahan.
Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp164,0 miliar pada kuartal pertama tahun 2026, dibandingkan dengan Rp200,5 miliar pad kuartal pertama tahun 2025. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya pendapatan dan laba kotor.
EBITDA Perseroan pada 1Q26 tercatat sebesar Rp383,1 miliar, dibandingkan dengan Rp481,5 miliar pada 1Q25. Penurunan ini sejalan dengan penurunan pendapatan dan laba kotor. Meskipun demikian, EBITDA margin tetap berada pada level yang solid sebesar 32%, mencerminkan ketahanan model bisnis Perseroan yang semakin didukung oleh pendapatan berbasis utilitas dan jasa yang berulang. Dalam hal penjualan pemasaran Land Development dan Properti, Perseroan mencapai Rp 540 miliar pada kuartal pertama 2026, yang merupakan 14% dari target setahun penuh 2026.
Penjualan pemasaran dari Cikarang dan lainnya memberikan kontribusi sebesar 38%, terutama didorong oleh penjualan 3 hektar kepada perusahaan tekstil dari Indonesia dan Kendal memberikan kontribusi sebesar 62%, didukung oleh penjualan tanah seluas 7 hektar kepada perusahaan baterai dan 6 hektar kepada perusahaan bahan bangunan dari China.
Target marketing sales Perseroan untuk tahun penuh 2026 adalah sebesar Rp3,75 triliun, Rp1,25 triliun dari target tersebut berasal dari Cikarang dan lainnya (Rp800 miliar dari pengembangan lahan dan bangunan industri di Cikarang, dan Rp450 miliar dari properti residensial dan komersial di Cikarang (termasuk Perusahaan Patungan) dan lainnya). Sisanya sebesar Rp2,5 triliun berasal dari Kendal. (end)