KPPU DORONG PERAN ORGANISASI MASYARAKAT PERKUAT PERSAINGAN USAHA ASEAN

  • Info Pasar & Berita
  • 20 Jan 2026

01953609

IQPlus, (20/1) - Seiring semakin kuatnya integrasi ekonomi ASEAN, penguatan kerja sama persaingan usaha lintas negara menjadi kebutuhan yang semakin mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mendorong terbentuknya berbagai organisasi masyarakat di bidang persaingan usaha agar dapat berperan lebih efektif, profesional, dan berkelanjutan dalam mendukung kebijakan serta penegakan hukum persaingan usaha di kawasan Asia Tenggara. Peran serta masyarakat dinilai penting untuk mencapai tujuan Rencana Strategis ASEAN Bidang Persaingan Usaha 2026-2030, yakni mendorong terciptanya pasar yang adil di kawasan (to foster fair markets in the region).

Dorongan tersebut disampaikan Ketua KPPU M. Fanshurullah Asa saat menerima kunjungan delegasi mantan Anggota KPPU Periode I sekaligus Dewan Penasihat ASEAN Competition Institute (ACI), Soy M. Pardede, di Gedung KPPU, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Turut hadir dalam pertemuan tersebut Ketua ACI yang juga mantan Ketua KPPU periode 2015, M. Syarkawi Rauf. Pertemuan ini membahas peran strategis organisasi masyarakat sebagai institusi pendukung pengembangan kebijakan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang persaingan usaha, khususnya di kawasan ASEAN.

Ketua KPPU menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung kerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat yang bergerak di bidang persaingan usaha. KPPU mencatat, sejumlah organisasi telah berkembang di Indonesia, antara lain AMCO, FCN, ICLA, dan FDPU. Melalui ACI, institut yang diinisiasi sejak 2008 untuk kepentingan Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, KPPU menilai keberadaannya telah berkontribusi positif dalam mendorong terciptanya kawasan yang kompetitif.

"Indonesia harus tetap menjadi contoh negara dengan pertumbuhan persaingan usaha yang signifikan, termasuk dalam mendorong peran serta masyarakat untuk mendukung tujuan kawasan. Inisiatif Bapak Soy M. Pardede, sebagai figur penting dalam awal pertumbuhan persaingan usaha di ASEAN, sangat krusial dalam membantu Indonesia mengembangkan kawasan ASEAN yang kompetitif," ujar Fanshurullah.

KPPU menilai, penguatan peran organisasi masyarakat perlu diiringi dengan penataan ulang kelembagaan agar ACI dapat tumbuh lebih besar, dikelola secara profesional, serta memiliki keberlanjutan jangka panjang. Selain itu, penguatan kelembagaan juga diharapkan mampu memperluas jejaring kerja sama dengan otoritas persaingan usaha di negara-negara ASEAN maupun mitra internasional lainnya.

Lebih lanjut, KPPU mendorong ACI untuk secara aktif membangun komunikasi dan koordinasi dengan mantan pimpinan otoritas persaingan usaha, pelaku usaha, serta kalangan akademisi di kawasan ASEAN. Langkah ini dinilai strategis untuk memperjelas posisi dan peran kelembagaan organisasi, sekaligus memperkuat legitimasi dan kepercayaan dalam menjalin kerja sama di tingkat regional maupun global. (end)





Kembali ke Blog