KRYA TANCAP GAS DI KENDARAAN LISTRIK, PASOK ARMADA EVMOTO MULAI 2026

  • Info Pasar & Berita
  • 23 Des 2025

35639779

IQPlus, (23/12) - EVMoto, platform ride-hailing baru yang seluruh armadanya menggunakan kendaraan listrik, resmi diluncurkan di Indonesia. Dalam tahap awal pengembangannya, EVMoto akan mendapatkan pasokan hingga 50.000 unit sepeda motor listrik dari Grup KRYA-ECGO pada 2026 sebagai bagian dari strategi ekspansi layanan berbasis energi bersih.

PT EVMOTO Teknologi Indonesia merupakan perusahaan lokal yang dioperasikan oleh tim gabungan Indonesia dan Tiongkok. Saat ini, kegiatan usaha EVMoto berfokus pada penyewaan sepeda motor listrik bagi pengemudi ride-hailing. Platform EVMoto resmi diluncurkan hari ini, dengan tahap awal difokuskan pada perekrutan pengemudi, sementara layanan untuk publik dijadwalkan mulai beroperasi pada 15 Januari 2026.

CEO EVMoto, Jason, menjelaskan bahwa platform ini akan dimulai dari layanan sepeda motor roda dua, sebelum dikembangkan ke layanan ride-hailing kendaraan listrik roda empat dan roda tiga. Pada 2026, EVMoto menargetkan perekrutan hingga 100.000 pengemudi sepeda motor listrik di berbagai wilayah Indonesia.

Untuk mendukung target tersebut, EVMoto menggandeng ECGO sebagai mitra strategis penyedia kendaraan. Perseroan berencana menyewakan 50.000 unit sepeda motor listrik khusus bagi pengemudi platform. Pada hari peluncuran, EVMoto dan ECGO menandatangani pesanan pembelian tahap awal sebanyak 10.000 unit sepeda motor listrik dengan nilai kontrak sekitar Rp240 miliar, dengan pengiriman dijadwalkan mulai Maret 2026.

Jason menyampaikan bahwa fokus pada kendaraan listrik didorong oleh besarnya potensi pengurangan emisi. Indonesia memiliki sekitar 6 juta pengemudi ojek online terdaftar, dengan sekitar 4 juta sepeda motor beroperasi setiap hari dan menempuh jarak rata-rata 150 kilometer per hari. Jika satu juta sepeda motor berbahan bakar bensin dapat digantikan oleh motor listrik, emisi karbon dioksida diperkirakan dapat berkurang hingga 4,93 juta ton per tahun.

Selain aspek lingkungan, penggunaan sepeda motor listrik juga dinilai lebih ekonomis. Biaya produksi kendaraan listrik sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan motor berbahan bakar bensin, sementara biaya konsumsi energi hanya sekitar 30 persen. EVMoto menetapkan tarif perjalanan bagi penumpang sekitar 70 persen dari tarif platform konvensional, dengan potongan komisi pengemudi menjadi 9 persen, jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata industri yang mencapai sekitar 20 persen.

Terkait kemitraan dengan ECGO, Jason menilai ECGO sebagai penyedia sepeda motor listrik yang paling sesuai untuk kebutuhan ride-hailing di Indonesia. Motor ECGO dilengkapi dua baterai dengan jarak tempuh hingga 140 kilometer per pengisian daya serta sistem pengisian ulang dan penukaran baterai yang fleksibel. Pada kesempatan yang sama, CEO ECGO William Teng menyampaikan bahwa dukungan PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) sebagai pemegang saham pengendali akan memperkuat rantai pasok ECGO dan memastikan kesiapan penyediaan armada listrik EVMoto di 10 kota di Indonesia pada 2026. (end)

Kembali ke Blog