19725114
IQPlus, (17/7) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) membukukan pertumbuhan laba bersih konsolidasi sebesar 40,8 persen secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp2,40 triliun pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,70 triliun.
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan kredit dan pembiayaan konsolidasi sebesar 11,2 persen (yoy) menjadi Rp418,11 triliun, dengan total aset konsolidasi BTN naik 12,4 persen (yoy) menjadi Rp545,16 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp433,00 triliun, tumbuh 6,6 persen (yoy).
"Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa transformasi BTN tidak hanya menghasilkan pertumbuhan yang cukup baik, tetapi juga memperkuat fondasi bisnis perseroan di tengah tantangan industri," kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Dari sisi kredit, pada periode yang sama, perseroan mencatat kenaikan di sektor kredit perumahan sebesar 4,8 persen (yoy) menjadi Rp332,88 triliun per Juni 2026. Sementara kredit non-perumahan melonjak sebesar 46,1 persen (yoy) menjadi Rp85,22 triliun.
Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi masih menjadi mesin pendorong kredit perumahan dengan kenaikan sebesar 8,1 persen (yoy) menjadi Rp196,96 triliun.
Selain itu, Kredit Program Perumahan (KPP) yang disalurkan BTN juga tercatat mencapai Rp4,1 triliun per Juni 2026, sejak dirilis pada akhir Oktober 2025.
Kinerja kredit yang positif ini didukung oleh terjaganya kualitas dengan rasio non-performing loan (NPL) yang turun dari 3,3 persen pada semester I 2025 menjadi 2,99 persen pada semester I 2026.
Perseroan juga berhasil menurunkan loan at risk (LAR) menjadi 18,6 persen serta menekan cost of credit (CoC) menjadi 0,7 persen pada semester I 2026. Adapun capital adequacy ratio (CAR) meningkat menjadi 20 persen pada periode yang sama.
"Dengan kualitas aset yang semakin membaik di tengah situasi yang cukup challenging dan permodalan yang semakin kuat, BTN hari ini memiliki ruang besar untuk terus bertumbuh secara sehat dan berkesinambungan," kata Nixon.
Dari sisi pendanaan, Nixon menjelaskan bahwa perseroan terus memperkuat struktur dana murah sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
BTN telah menggelar berbagai inisiatif seperti akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan payroll, hingga perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan institusi.
Ia mencatat bahwa berbagai inisiatif tersebut membuahkan hasil dengan cost of fund yang terjaga pada kisaran 3,01 persen sepanjang semester I 2026. Menurut Nixon, penguatan struktur pendanaan menjadi salah satu prioritas utama perseroan pada tahun ini.
"Kami tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut didukung struktur pendanaan yang semakin kuat sehingga mampu menjaga profitabilitas dan keberlanjutan bisnis perseroan dalam jangka panjang," ujar Nixon. (end)