30155600
IQPlus, (29/10) - PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) membukukan laba bersih Rp11,74 miliar pada kuartal III-2026, meningkat 84,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba tersebut terjadi di tengah penurunan pendapatan bersih perseroan sebesar 9,74% menjadi Rp48,05 miliar.
Kinerja laba ditopang oleh penurunan beban pokok pendapatan dan beban usaha. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, beban pokok pendapatan turun 19,76% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp20,60 miliar dari Rp25,68 miliar.
Sementara itu, beban usaha yang mencakup biaya administrasi dan umum turun 7,62% menjadi Rp18,03 miliar. Efisiensi tersebut turut mendorong laba usaha KAQI tumbuh 17,09% secara tahunan menjadi Rp9,41 miliar.
Sejalan dengan peningkatan laba, margin laba kotor perseroan naik menjadi 57,11% dari 51,76%. Adapun margin laba bersih meningkat menjadi 24,44% dari sebelumnya 11,99%.
Pendapatan Jasa Reparasi Mobil Tumbuh 41,06%
Dari sisi segmen usaha, jasa reparasi dan perawatan mobil menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan KAQI. Segmen ini mencatatkan pendapatan Rp41,75 miliar, tumbuh 41,06% secara tahunan, dengan kontribusi sebesar 86,90% terhadap total pendapatan perseroan.
Di sisi lain, pendapatan bersih secara keseluruhan turun menjadi Rp48,05 miliar dari Rp53,23 miliar. Perseroan menyebut penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh perubahan model bisnis penjualan suku cadang menjadi skema konsinyasi sejak 1 April 2026.
Perubahan model bisnis tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menjalankan operasional dengan struktur biaya yang lebih efisien.
Arus Kas Operasi Meningkat
Dari sisi posisi keuangan, total aset KAQI per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp172,21 miliar, meningkat 24,88% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp137,90 miliar.
Total liabilitas perseroan berada di level Rp40,67 miliar, sedangkan ekuitas meningkat 9,78% menjadi Rp131,55 miliar.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi juga meningkat menjadi Rp17,93 miliar, dibandingkan Rp3,21 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan mencatat pertumbuhan arus kas operasi tersebut mencapai 459,20% secara tahunan.
Sementara itu, total piutang konsolidasian per 30 September 2026 turun 15,05% menjadi Rp900,04 juta dari Rp1,06 miliar pada akhir Desember 2025.
Piutang usaha kepada pihak ketiga menyusut 31,65% menjadi Rp124,09 juta. Menurut data yang disampaikan perseroan, seluruh piutang usaha tersebut memiliki umur jatuh tempo di bawah 30 hari dan tidak terdapat tunggakan. Perseroan juga menyatakan seluruh piutangnya masih lancar dan tidak memerlukan cadangan penurunan nilai.
KAQI Tambah Jaringan Operasional
Direktur Keuangan dan Bisnis KAQI, Simon Arosokhi Gulo, mengatakan pencapaian kinerja perseroan merupakan hasil konsistensi strategi ekspansi melalui penambahan cabang operasional.
Salah satu langkah ekspansi tersebut diwujudkan melalui peresmian cabang baru di Kudus, Jawa Tengah, pada 18 September 2026.
Selanjutnya, KAQI menjadwalkan pembukaan cabang baru di Magelang, Jawa Tengah, pada 27 November 2026. Pembukaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian ekspansi perseroan sepanjang 2026.
Dengan ekspansi jaringan operasional dan efisiensi biaya, KAQI mencatatkan pertumbuhan laba bersih di tengah penurunan pendapatan. Perkembangan kinerja selanjutnya akan bergantung pada kemampuan perseroan menjaga efisiensi sekaligus mengembangkan kontribusi bisnis jasa reparasi dan perawatan mobil. (end)