02852980
IQPlus, (29/1) - Bursa Malaysia mengakhiri tahun 2025 dengan pendapatan dan laba yang lebih rendah karena sentimen yang lesu dan penurunan perdagangan harian meredam kinerja pasar sekuritas, kata perusahaan tersebut dalam pengajuan ke bursa pada hari Kamis (29 Januari).
Operator bursa saham tersebut mencatatkan laba bersih sebesar RM60,8 juta pada kuartal keempat tahun fiskal 2025, turun 11,8 persen dari RM68,9 juta pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
Namun, pendapatan lebih tinggi yaitu RM190,1 juta dibandingkan dengan RM185,9 juta.
Akibatnya, laba bersih tahun ini turun 19,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi RM250,1 juta, dari RM310,1 juta.
Pendapatan tahun ini menurun 7,2 persen menjadi RM727,7 juta dari RM784,3 juta.
Laba per saham menurun menjadi 30,9 sen pada tahun fiskal 2025 dari 38,3 sen pada tahun sebelumnya.
Dewan direksi mengumumkan dividen final sebesar 14 sen per saham untuk tahun ini. Dikombinasikan dengan dividen interim sebelumnya, ini menjadikan total dividen menjadi 28 sen per saham, setara dengan total pembayaran sebesar RM226,6 juta dan rasio pembayaran sekitar 91 persen.
Bursa Malaysia melaporkan bahwa pendapatan perdagangan sekuritas turun menjadi RM308,2 juta pada tahun fiskal 2025 dari RM381,5 juta pada tahun fiskal 2024. Penurunan hampir 20 persen ini didorong oleh volume perdagangan harian rata-rata yang lebih rendah dan sentimen investor yang lesu di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Sedangkan untuk pasar derivatif, pendapatan perdagangannya mengalami penurunan tipis hampir 1 persen menjadi RM112,8 juta dari RM113,8 juta, sebagai akibat dari penurunan biaya pengelolaan agunan.
Yang perlu diperhatikan, bursa tersebut menyelenggarakan 60 penawaran umum perdana (IPO) pada tahun keuangan terakhir, mengumpulkan hampir RM6 miliar dan mencatatkan total kapitalisasi pasar IPO sebesar RM27,4 miliar. Angka ini dibandingkan dengan 55 IPO dan RM7,4 miliar yang terkumpul selama periode yang sama pada tahun 2024.
CEO Bursa Malaysia, Fad'l Mohamed, mencatat bahwa aktivitas penggalangan dana tetap stabil, dengan bursa tersebut memimpin pasar Asia Tenggara dengan 60 IPO. (end/bussinesstimes.com)