LABA KOTOR RESOURCE ALAM INDONESIA MENINGKAT 95,4 PERSEN PADA 2024

  • Info Pasar & Berita
  • 11 Apr 2025

10033880

IQPlus, (11/4) - PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan selama 2024, di mana laba kotor perusahaan meningkat 95,4 persen menjadi 103,14 juta dolar AS dibandingkan tahun 2023 senilai 52,78 juta dolar AS.

Keberhasilan tersebut didorong oleh efisiensi biaya, penguatan operasional serta strategi ekspansi yang terarah.

"Pertumbuhan laba kotor hampir dua kali lipat di 2024 adalah hasil nyata dari kedisiplinan operasional, efisiensi yang terus ditingkatkan, dan optimalisasi rantai pasokan. Kami bangga dapat menunjukkan hasil yang begitu positif bagi seluruh pemegang saham di tengah tantangan pasar global," kata Direktur Keuangan PT Resource Alam Indonesia Agoes Soegiarto Soeparman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan energi melalui penambangan dan logistik batu bara maupun energi baru terbarukan serta real estate di Indonesia itu menyebut peningkatan signifikan itu menjadi cerminan keberhasilan perusahaan dalam menjaga profitabilitas di tengah fluktuasi harga batu bara global.

KKGI mencatat pendapatan pada 2024 meningkat 10,9 persen menjadi 326,8 juta dolar AS dibandingkan 294,67 juta dolar AS pada tahun sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, maka laba bersih setelah pajak tumbuh solid sebesar 49,85 persen, mencapai 40,15 juta dolar AS dari 26,8 juta dolar AS pada 2023.

Selanjutnya, pertumbuhan margin yang signifikan dan efisiensi biaya, ratio profitabilitas perusahaan memperlihatkan penguatan tajam, yakni gross profit margin ratio meningkat dari 17,91 persen menjadi 31,56 persen, operational profit margin ratio meningkat dari 12,97 persen menjadi 19,84 persen, net profit margin ratio naik dari 9,10 persen menjadi 12,28 persen.

Di sisi efisiensi, cash cost berhasil ditekan sebesar 17,4 persen dari 34,65/Metrik Ton (MT) dolar AS di 2023 menjadi 28,61/MT dolar AS di 2024.

Kemudian, KKGI juga mencatat produksi batu bara mencapai 5,92 juta MT, naik 10,87 persen dari 5,34 juta MT tahun lalu. Penjualan tumbuh lebih tinggi, sebesar 19,27 persen dari 5,24 juta MT pada 2023 menjadi 6,25 juta MT pada 2024. (end/ant)



Kembali ke Blog