LALU LINTAS SELAT HORMUZ TURUN KE LEVEL TERENDAH SEJAK MEI

  • Info Pasar & Berita
  • 07 Sep 2026

24935209

IQPlus, (7/9) - Rata-rata 10 kapal komoditas melintasi Selat Hormuz per hari selama 10 hari terakhir, terendah sejak Mei, menurut data perkapalan pada hari Senin (7 September), setelah serangan AS dan Iran terhadap kapal tanker.

Rata-rata pergerakan 10 hari adalah 10 pada hari Minggu, turun dari lebih dari 15 pada hari Jumat dan hampir 13 pada hari Sabtu, menurut data dari perusahaan analitik Kpler.

Hanya dua kapal yang melewati selat pada hari Sabtu sementara enam kapal melewatinya pada hari Minggu, sebagian besar menggunakan rute Iran.

Pasukan AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran pada hari Sabtu, kata Komando Pusat AS, termasuk satu di lepas pantai Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Iran, menyusul serangan Korps Garda Revolusi Islam Iran terhadap kapal perang AS di wilayah tersebut.

Sebagai balasan, angkatan laut IRGC mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka menargetkan tiga kapal tanker minyak yang berlayar melalui rute tidak resmi di selat tersebut serta tiga kapal AS tambahan di daerah lain.

Ketiga kapal tanker Iran tersebut adalah Downy, Stark I, dan Kylo, juga kenal sebagai Noxen, kata perusahaan intelijen maritim Marisks dalam sebuah catatan.

Serangan hari Sabtu tersebut merupakan "eskalasi besar dalam konflik maritim," kata Maris.

"Kapal tanker komersial kini sengaja digunakan sebagai instrumen tekanan ekonomi timbal balik, yang secara substansial melemahkan perbedaan sebelumnya antara konflik militer dan pelayaran komersial," tambahnya.

"Oleh karena itu, risiko dinilai sangat tinggi untuk kapal-kapal Iran/yang terkait dengan Iran dan secara signifikan meningkat untuk kapal-kapal yang terkait dengan AS atau yang dikawal AS di seluruh Selat Hormuz dan Teluk Oman."

Telah terjadi 27 insiden serangan proyektil sejak 6 Juli, yang mengakibatkan kerusakan pada kapal-kapal yang beroperasi di dalam dan sekitar Selat Hormuz, demikian menurut laporan mingguan dari United Kingdom Maritime Trade Operations.

Pada hari Minggu, satu kapal tanker minyak mentah berukuran sangat besar dan tiga kapal pengangkut curah yang bermuatan logam, biji-bijian, atau minyak nabati memasuki selat tersebut, menurut data Kpler.

Sebuah kapal tanker yang membawa produk olahan yang dimuat dari pelabuhan Saudi mencoba keluar tetapi dipulangkan kembali, menurut data dari LSEG.

Menurut data Kpler, tidak ada VLCC yang keluar dari selat tersebut sejak 2 September. (end/Reuters)

Kembali ke Blog