MANDIRI JOGJA MARATHON 2025 TEMBUS 9.200 PESERTA

  • Info Pasar & Berita
  • 24 Jun 2025

17436518

IQPlus, (24/6) - Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2025 sukses mencapai klimaks pada Minggu (22/6), dengan mencatat sejarah baru sebagai gelaran dengan jumlah peserta terbanyak sejak pertama kali diselenggarakan pada 2017.

Ajang sport tourism unggulan Bank Mandiri ini digelar di kawasan heritage Candi Prambanan dan diikuti oleh 9.200 pelari dari 17 negara.

Mengusung tema "Accelerate Your Limit, Embrace the Culture", MJM 2025 tampil bukan sekadar lomba lari, tetapi menjadi ajang kolaborasi lintas sektor yang memadukan semangat olahraga, kekayaan budaya, pariwisata, hingga prinsip keberlanjutan.

Ribuan peserta berkompetisi dalam empat kategori yakni Marathon (42K), Half Marathon (21K), 10K, dan 5K Fun Run yang dimulai sejak pukul 04.25 WIB.

Lintasan lari MJM 2025 telah disertifikasi oleh AIMS dan dirancang melewati berbagai lanskap budaya khas Yogyakarta, termasuk Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan sejumlah desa tradisional yang turut aktif menyukseskan acara ini.

Dominasi Pelari Kenya dan Penampilan Impresif Pelari Nasional

Pelari Kenya kembali menunjukkan dominasinya dalam kategori Full Marathon Open.

Paul Kibet keluar sebagai juara pertama dengan catatan waktu 02:22:15, disusul James Chaerutich Tallam dan Jimnah Kuria Kariuki.

Di sektor putri, Eunice Nyawira Muciri menjadi yang tercepat dengan waktu 02:38:13, mengungguli Shauline Nyawira Muciri dan Jemimah Wayau Musau.

Sementara itu, dalam kategori Full Marathon National (Closed Marathon), pelari Indonesia tampil membanggakan.

Nofeldi Petingko finis pertama dengan waktu 02:35:10, disusul Agus Prayogo dan Arif Hidayatullah.

Untuk sektor putri, Ina Lidya Utari Damayanti tampil sebagai juara dengan catatan waktu 03:17:50, mengalahkan Sharfina Sela Rosada dan Yanita Sari.

Prestasi para atlet ini menegaskan meningkatnya kualitas pelari nasional sekaligus tumbuhnya antusiasme masyarakat terhadap sport tourism di Indonesia.

Hadiah Terbesar dan Komitmen Bank Mandiri

Total hadiah sebesar Rp2,5 miliar menjadi nilai tertinggi dalam sejarah MJM, menandakan keseriusan Bank Mandiri dalam mendukung sport tourism sebagai motor penggerak ekonomi berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menekankan bahwa MJM bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bentuk sinergi yang inklusif dan berdampak.

"Mandiri Jogja Marathon bukan hanya soal kompetisi. Ini adalah wujud kolaborasi yang konkret antara Bank Mandiri, komunitas lokal, pelari dari berbagai daerah dan negara, serta pelaku UMKM yang menghidupi denyut ekonomi Yogyakarta. Kami ingin menjadikan MJM sebagai benchmark sport tourism nasional yang membawa nilai ekonomi, sosial, dan budaya sekaligus," ujar Darmawan. (end)


Kembali ke Blog