Banyak orang mulai tertarik berinvestasi saham karena melihat emiten atau perusahaan besar dengan bisnis yang terlihat sangat menjanjikan. Mulai dari perusahaan teknologi, consumer goods, hingga bisnis dari perusahaan yang produknya digunakan sehari-hari. Tidak sedikit investor pemula berpikir bahwa selama perusahaan tersebut bagus, maka otomatis investasi sahamnya juga pasti menguntungkan. Padahal kenyataannya, tidak selalu seperti itu, Sobat Genvest.
Dalam dunia investasi saham, ada satu hal penting yang sering terlupakan: perusahaan bagus belum tentu menjadi investasi yang bagus. Nah, supaya tidak salah langkah saat memilih saham, yuk pahami kenapa hal ini bisa terjadi!
Di pasar saham, investor bukan hanya membeli perusahaan, tetapi juga membeli harga dan ekspektasi market terhadap perusahaan tersebut. Bayangkan ada sebuah coffee shop yang selalu ramai, review-nya bagus, dan cabangnya terus bertambah. Kalau bisnis itu dijual Rp1 miliar, mungkin masih terasa menarik. Tapi bagaimana kalau dijual Rp20 miliar? Pertanyaannya jadi berbeda: apakah harganya masih masuk akal?
Konsep yang sama juga berlaku di saham. Banyak perusahaan memang memiliki bisnis yang sangat baik, tetapi karena semua orang sudah sadar kualitasnya, harga sahamnya menjadi sangat mahal. Market bahkan sudah “menghargai” potensi pertumbuhan masa depan perusahaan tersebut jauh sebelumnya.
Ketika harga saham sudah naik terlalu tinggi, ekspektasi investor pun ikut meningkat. Perusahaan dituntut untuk terus memberikan hasil luar biasa hanya untuk mempertahankan harga sahamnya. Masalahnya, sedikit perlambatan saja bisa membuat market kecewa.
Misalnya, sebuah perusahaan selama bertahun-tahun berhasil tumbuh sangat cepat dan harga sahamnya naik ratusan persen. Tahun ini perusahaan tersebut masih mencatatkan kenaikan laba dan bisnisnya tetap sehat, tetapi pertumbuhannya mulai melambat sedikit.
Apa yang terjadi? Harga sahamnya tetap bisa turun meskipun fundamental bisnisnya masih bagus.
Di titik ini, banyak investor merasa bingung. Mereka merasa sudah memilih perusahaan yang benar, tetapi hasil investasinya tetap tidak sesuai harapan. Padahal dalam investasi saham, memilih bisnis bagus saja belum cukup. Harga beli juga sangat menentukan hasil akhir investasi.