27549294
IQPlus,(2/10) - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan masih banyak peluang bagi industri batik dalam negeri untuk memperluas cakupan pasar ekspor, sekaligus meningkatkan kontribusinya bagi devisa negara.
Hal itu karena menurutnya, besaran ekspor sektor batik pada triwulan II 2024 baru sebesar 8,33 juta dolar AS.
"Industri batik pun turut memberikan kontribusi terhadap ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) dengan nilai 8,33 juta dolar AS yang menurut saya belum optimal, belum maksimal. Masih banyak peluang yang bisa kita manfaatkan untuk mengisi pasar-pasar ekspor dari batik nasional," kata Menperin Agus dalam acara Peringatan Hari Batik Nasional (HBN) di Jakarta, Rabu.
Menperin mengatakan dorongan pemajuan ekspor sektor batik nasional itu dilakukan pihaknya melalui berbagai program dengan melibatkan para mitra (stakeholders), seperti acara Hari Batik Nasional yang bekerja sama dengan Yayasan Batik Indonesia.
Dalam kegiatan itu disampaikan Menperin dilakukan penumbuhan wirausaha baru, fasilitasi Indikasi Geografis (IG), pendampingan teknis produksi, serta fasilitasi mesin dan peralatan.
"Tahun lalu, kami memberikan fasilitasi Indikasi Geografis untuk Batik Complongan Indramayu, dan mengangkat Batik Complongan Indramayu sebagai tema Pameran Gelar Batik Nasional (GBN) 2023. Alhamdulillah, dampaknya cukup signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat, dan dapat meningkatkan awareness konsumen terhadap Batik Complongan Indramayu," katanya. (end/ant)