04947447
IQPlus, (19/2) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) membuka ruang kolaborasi yang kuat dengan para peneliti pertanian (Ex-Litbang Pertanian) di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk memperkokoh persatuan dalam mendukung program strategis pertanian.
"BSIP dan BRIN jangan ada sekat lagi. Jangan ada izin-izin lagi dalam koordinasi. Ingat, kita ini satu kesatuan yang mungkin saja ke depan para peneliti BRIN kembali lagi menjadi Balitbangtan," kata Amran dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.
Amran menekankan hal tersebut dalam kegiatan sinergi dan kolaborasi Kementan-BRIN untuk mendukung program strategis pembangunan pertanian di Auditorium Utama Sadikin Sumintawikarta Kota Bogor, Jawa Barat.
Mentan berharap kinerja kedua lembaga tersebut semakin memperkokoh persatuan untuk mendukung program strategis pertanian.
Mentan mengatakan, mulai hari ini para peneliti BRIN dipersilakan untuk mulai berkantor lagi di lingkup Kementan. Mereka bahkan dipersilakan untuk mengatur ruangannya kembali setelah beberapa tahun ditinggalkan.
"Silakan atur lagi ruangan kerja kalian, nanti aku tambah anggarannya. Jadi sekali lagi silakan berkoordinasi, sebab kita sama bekerja untuk merah putih. Hari ini aku keluarkan izin untuk peneliti akses ke Kementan dan kita harus visioner untuk meraih mimpi besar kita agar menjadi lumbung pangan dunia," ujar Amran. (end/ant)