09752701
IQPlus, (8/4) - Menteri Pertanian Amran Andi Amran Sulaiman menyatakan segera memanggil importir kedelai dalam waktu dekat guna merespons kenaikan harga dan memastikan kebijakan yang diambil tidak membebani masyarakat di tengah dinamika geopolitik global.
"Nanti, mungkin minggu-minggu depan (pemanggilan terhadap importir kedelai)," kata Mentan ditemui usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan telah memerintahkan jajaran Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian untuk segera melakukan komunikasi intensif dengan para pelaku usaha agar situasi harga dapat dikendalikan secara cepat.
Mentan menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis, terutama saat kondisi geopolitik global memanas yang berpotensi mempengaruhi pasokan dan harga di dalam negeri.
"Tapi Dirjen (Direktur Jenderal) Tanaman Pangan (Kementan), saya sudah perintahkan, cepat komunikasi. Jangan membebani rakyat di saat ada kondisi geopolitik memanas," ujarnya.
Menurutnya, sejumlah komoditas utama seperti beras, minyak goreng, termasuk kelapa sawit (crude palm oil/CPO) untuk mendukung biodiesel masih dalam kondisi aman, sehingga diharapkan stabilitas termasuk kedelai dapat terus dijaga secara berkelanjutan.
Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi praktik yang merugikan seperti pada komoditas gula rafinasi, di mana kebocoran distribusi berdampak pada harga dan menghambat penjualan produk domestik.
"Kami paham kalau ada kenaikan harga, tetapi jangan seperti rafinasi, kelakuan importir rafinasi. Kita tidak bisa jual gula white sugar karena ada rafinasi, bocor kemana-mana. Dan itu saja aku minta," kata Amran. (end/ant)