MENTERI : EKSPOR SUKU CADANG MOBIL THAILAND TERPENGARUH TARIF AS

  • Info Pasar & Berita
  • 27 Mar 2025

08558168

IQPlus, (27/3) - Ekspor suku cadang mobil Thailand akan terpengaruh oleh tarif baru AS, kata menteri keuangan pada hari Kamis (27 Mar), seraya menambahkan bahwa ia berharap untuk bernegosiasi untuk mengirim suku cadang langsung ke Amerika daripada melalui produsen di negara lain.

Thailand adalah pusat produksi mobil terbesar di Asia Tenggara dan basis ekspor bagi beberapa produsen mobil terkemuka dunia, termasuk Toyota dan Honda. Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan tarif sebesar 25 persen untuk kendaraan impor, yang memperluas perang dagang global dan memicu kritik dan ancaman pembalasan dari sekutu AS yang terkena dampak.

Tarif tersebut akan mengurangi ekspor suku cadang mobil dari Thailand ke negara-negara lain yang memproduksi mobil, Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira mengatakan kepada wartawan. "Kita harus melihat seberapa besar pengaruhnya terhadap kita," katanya, seraya menambahkan bahwa ia berharap Thailand dapat bernegosiasi untuk mengirim suku cadang mobil ke AS, karena akan butuh waktu bagi perusahaan untuk memindahkan fasilitas produksi ke Amerika untuk menghindari tarif. "Akan menjadi solusi yang baik jika kita juga dapat mengirim suku cadang ke Amerika," katanya.

Yeap Swee Chuan, kepala eksekutif AAPICO Hitech, salah satu produsen suku cadang mobil terbesar di Thailand, mengatakan dampak tarif kemungkinan akan terbatas.

"Kami memasok ke sebagian besar perusahaan Jepang secara lokal," katanya kepada Reuters, seraya menambahkan bahwa kendaraan tersebut biasanya tidak diekspor ke AS. "Untuk perusahaan Thailand, kami cukup baik-baik saja."

Hanya sebagian kecil dari produksi AAPICO yang saat ini dikirim langsung ke AS, dan tarif suku cadang mobil akan mempersulit pengiriman suku cadang ke sana, kata Yeap Swee Chuan. Mengenai ekspor lain yang dapat dikenakan tarif yang menurut Trump akan diumumkan minggu depan, Pichai mengatakan bahwa hal itu mungkin tidak akan langsung terpengaruh.

"Kita masih punya waktu untuk melihat mana yang akan terkena dampak dan bagaimana kita akan bernegosiasi. Kita tunggu saja," katanya. Thailand khawatir akan terkena tarif AS karena surplus perdagangannya yang besar dengan AS. (end/Reuters)

Kembali ke Blog