07832765
IQPlus, (20/3) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan penggunaan mobil listrik di Pulau Kalimantan meningkat sebanyak 650 persen atau 6,5 kali lipat pada 2024 dibanding 2023.
"Tingkat pemakaian mobil listrik di Kalimantan meningkat dari catat penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), pada 2023 hanya terealisasi 32 SPKLU dan pada 2024 mencapai 209 SPKLU," kata Bahlil saat meninjau pasokan dan keandalan listrik di PLN ULP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu.
Kemudian untuk transaksi SPKLU, Bahlil mengungkapkan terjadi peningkatan 500 persen, dari 700 transaksi pada 2024, diproyeksikan meningkat menjadi 3.500 transaksi pada 2025, catatan ini berdasarkan perhitungan periode Lebaran 2024-2025.
"Tren pemudik mobil listrik di Kalimantan juga meningkat 500 persen di periode yang sama, pada 2024 sebanyak 203 dan pada 2025 sebanyak 1.015," tuturnya.
Bahlil Lahadalia meminta PT Pertamina memperbaiki rasio antara tingkat konsumsi dengan penyimpanan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram.
"Setelah meninjau penyimpanan LPG bersubsidi di Provinsi Kalimantan Selatan, saya melihat konsumsi LPG 3 kilogram di provinsi ini sebesar 555 metrik ton, sementara tempat penyimpanan hanya sekitar 16 ribu metrik ton," kata Bahlil. (end/ant)