28358255
IQPlus, (10/10) - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono menyebut modeling budi daya lobster yang berada di Balai Perikanan Budi Daya Laut, Batam, Kepulauan Riau, dapat menghasilkan Rp48 miliar dengan membangun 2.000 keramba jaring apung.
Dalam siklus satu kali panen, kata Trenggono, dapat menghasilkan 120 ton, yang membutuhkan waktu kurang lebih 1 tahun.
"120 ton nilainya berapa, kira-kira sekitar, ya rata-rata saja lah yang paling rendah Rp48 miliar. Satu kawasan ini bisa men-generate Rp48 miliar productivity," ujar Trenggono saat peresmian Modeling Budi Daya Lobster di Balai Perikanan Budi Daya Laut (BPBL), Batam, Kepulauan Riau, Kamis.
Menurut Trenggono, angka tersebut hanya berasal dari satu tempat budi daya saja. Oleh karena itu, ia menargetkan akan memperluas budi daya lobster di seluruh wilayah Indonesia.
Trenggono juga menyampaikan modeling budi daya lobster tersebut akan memancing pertumbuhan ekonomi lainnya.
Lebih lanjut, Trenggono mengatakan lokasi perairan Kepulauan Riau dinilai sangat cocok untuk mengembangkan budi daya lobster. Dengan adanya lokasi budi daya, maka dapat menyerap tenaga kerja hingga 600 orang.
"Yang paling efisien untuk bekerja di sini 600 orang, artinya 600 keluarga dalam satu wilayah ini bisa di-generate," katanya. (end/ant)