32636855
IQPlus, (23/11) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan pemanfaatan bendungan dapat ditingkatkan untuk menghasilkan energi baru terbarukan (EBT) melalui pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.
"Dalam melaksanakan tugas, kami selalu berpedoman pada prinsip pembangunan berkelanjutan dengan meningkatkan semua potensi di berbagai proyek. Ini termasuk meningkatkan pemanfaatan 187 bendungan eksisting dan 61 bendungan baru yang terbangun selama periode 2015 hingga 2024, untuk menghasilkan EBT melalui PLTA dan PLTS terapung," kata Basuki dalam seminar yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.
Dia mengatakan bahwa hingga 2015, terdapat 23 bendungan eksisting yang dibangun oleh Kementerian PUPR yang dapat dimanfaatkan sebagai PLTA dengan total kapasitas listrik sebesar 507 megawatt (MW), seperti Bendungan Batutegi berkapasitas 28 MW, Bendungan Jatiluhur 150 MW, dan Bendungan Bili-Bili 20,1 MW.
Sepanjang 2015 hingga 2024, Kementerian PUPR membangun 61 bendungan baru, 43 di antaranya dapat menghasilkan potensi sumber daya listrik sebesar 258 MW, seperti Bendungan Way Sekampung sekitar 5,40 MW, Bendungan Jatigede 110 MW, dan Bendungan Leuwikeris 20 MW.
"Selain itu, kami membangun 11 bendungan lainnya pada periode 2021-2027 yang dapat menghasilkan potensi energi listrik 122 MW," ujar Basuki.(end)