MESKI PENJUALAN KUAT, TESLA GAGAL PENUHI PERKIRAAN LABA

  • Info Pasar & Berita
  • 23 Jul 2026

20325346

IQPlus, (23/7) - Tesla gagal memenuhi perkiraan laba Wall Street meskipun penjualan mobilnya kuat pada kuartal tersebut, sebuah kemunduran bagi produsen kendaraan listrik ini karena mereka berupaya membangun lini bisnis baru di bidang robotika, otonomi, dan kecerdasan buatan.

Laba yang disesuaikan adalah US$0,33 per saham pada kuartal kedua, kata perusahaan itu pada hari Rabu (22 Juli) dalam sebuah pernyataan.

Angka tersebut jauh di bawah rata-rata perkiraan analis sebesar US$0,51 yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Perusahaan juga melaporkan arus kas bebas negatif untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, dengan menghabiskan US$1,09 miliar.

CEO Tesla, Vaibhav Taneja, menegaskan kembali bahwa pengeluaran pada tahun 2026 akan mencapai lebih dari US$25 miliar.

Jumlah tersebut akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, katanya selama konferensi pers perusahaan, karena Tesla berupaya meningkatkan produksi mobil, baterai, dan robot di setengah lusin pabrik.

Tesla melaporkan pengeluaran modal sebesar US$5,8 miliar pada kuartal tersebut. Dengan laju tersebut, Tesla akan menghabiskan sekitar US$17 miliar tahun ini jauh di bawah target perusahaan.

Hal ini menempatkan produsen kendaraan listrik tersebut dalam posisi sulit karena berupaya mencapai target ambisius yang telah dijanjikan kepada para investor.

"Tesla adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang seharusnya menghabiskan lebih banyak uang untuk AI, namun pengeluaran yang lebih sedikit untuk mereka membingungkan mengingat betapa masa depan mereka sangat bergantung pada adopsi AI di setiap bagian bisnis mereka," kata Max Gokhman, kepala solusi AI dan aset digital di Franklin Templeton.

Saham turun 4,2 persen pada pukul 18.02 WIB dalam perdagangan akhir di New York setelah rilis tersebut. Saham tersebut telah turun 17 persen sejauh ini pada tahun 2026 hingga penutupan perdagangan hari Rabu. (end/Bloomberg)

Kembali ke Blog