MODERNISASI JAMU SIDO MUNCUL TARIK PERHATIAN KAMPUS CHINA

  • Info Pasar & Berita
  • 18 Feb 2026

04831165

IQPlus, (18/2) - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) berhasil menarik perhatian akademisi internasional asal China berkat modernisasi industri obat tradisional yang diterapkan produsen Tolak Angin tersebut. Bahkan, seorang profesor dari China berencana mengajak pelaku industri jamu negaranya untuk belajar langsung ke Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat di hadapan mahasiswa Jurusan Jamu Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Surakarta dalam seminar internasional yang digelar di Balai Krida Poltekkes Surakarta, belum lama ini.

Irwan berbagi pandangannya tentang strategi membangun industri jamu herbal yang kuat dan berdaya saing global.

"Tadi saya ngajarin bahwa jamu memang harus dikembangkan dengan baik dan mesti percaya bahwa alam kita lebih kaya mesti diolah dengan sungguh-sungguh. Dan percaya sama diri sendiri," ujar Irwan.

Ia kemudian menceritakan kunjungan Profesor Yoseph Jie Yu dari University of Nottingham Business School China ke pabrik Sido Muncul. Menurut Irwan, profesor tersebut terkejut melihat fasilitas pengolahan jamu yang modern dan terintegrasi.

"Saya kasih contoh dari Profesor Yoseph Yu dari Nottingham University yang setelah lihat pabrik Sido Muncul, dia bilang perusahaan-perusahaan jamu di China ini harus belajar dari Sido Muncul. Ya intinya belajar dari Indonesia lah karena di sana kan kebanyakan kecil-kecil pabriknya, pabrik tradisional. Kita mesti pede, kita lebih baik, jangan sampai merasa rendah diri," ucapnya.

Irwan juga berpesan kepada para mahasiswa agar mampu memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang melimpah menjadi produk jamu berkhasiat dan bernilai ekonomi tinggi.

"Kekayaan alam yang diberikan Tuhan ini pasti ada maksudnya untuk diolah, maka itu Poltekkes ini salah satu sekolah yang menurut saya cocok lah kalau ada siswa-siswa SMA yang mau kuliah, tempat ini adalah sasaran jurusan yang tepat gitu mengolah sumber alam kita menjadi pengobatan," katanya. (end)


Kembali ke Blog