08451815
IQPlus, (26/3) - Perusahaan Wall Street Morgan Stanley menaikkan target indeksnya untuk saham Tiongkok pada hari Rabu untuk kedua kalinya tahun ini, dengan mengutip perkiraan pertumbuhan laba yang membaik dan prospek yang lebih optimis untuk ekonomi dan mata uang.
Bank ini menaikkan target indeks akhir tahun untuk indeks acuan Hang Seng Hong Kong, indeks Hang Seng China Enterprises, indeks MSCI China, dan indeks saham unggulan Tiongkok CSI300 menjadi masing-masing 25.800, 9.500, 83, dan 4.220 poin.
"Target harga indeks yang baru dan lebih tinggi didorong oleh peningkatan moderat dalam prakiraan pertumbuhan laba dan target valuasi yang lebih tinggi," kata bank AS tersebut dalam sebuah catatan.
Bank tersebut juga mengutip "perkiraan prospek makro dan valas yang lebih baik".
Morgan Stanley mencatat bahwa hasil laba untuk kuartal keempat tahun lalu dari perusahaan yang dilacak oleh indeks MSCI China "menunjukkan peningkatan laba bersih sebesar 8%", baik dalam hal jumlah perusahaan maupun laba tertimbang menandai pertama kalinya dalam 3-1/2 tahun.
Saham-saham Tiongkok telah memperoleh momentum tahun ini, dengan MSCI China Index naik sekitar 16% sejauh ini, mengungguli rekan-rekan global. Kenaikan ini didorong oleh optimisme investor seputar kemajuan dalam AI generatif dan langkah-langkah stimulus Beijing yang ditujukan untuk meningkatkan konsumsi dan mendukung ekonomi yang lebih luas.
Perkembangan dalam hubungan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah menjadi fokus utama bagi para investor. Gedung Putih mengatakan minggu lalu bahwa Presiden AS Donald Trump masih bermaksud untuk mengenakan tarif timbal balik baru pada beberapa mitra dagang AS, mulai 2 April.
Morgan Stanley juga menaikkan perkiraannya untuk pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada tahun 2025 menjadi 4,5%, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 4%. Perusahaan pialang tersebut merevisi prediksi yuan menjadi 7,35 per dolar pada pertengahan tahun 2025 dan 7,50 pada akhir tahun ini, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya masing-masing sebesar 7,50 dan 7,60.
"Kami selalu menekankan bahwa kekuatan mata uang merupakan faktor penting bagi ekuitas Tiongkok, terutama untuk pasar luar negeri. (end/Reuters)