09637514
IQPlus, (7/4) - Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi melemah 51 poin atau 0,300 persen menjadi Rp17.066 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.015 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dibayangi eskalasi perang AS dengan Iran.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS oleh kekhawatiran eskalasi perang Timteng (Timur tengah) setelah Trump (Presiden AS Donald Trump) kembali mengulangi bahwa AS akan mengebom pembangkit listrik dan jembatan Iran pada hari Selasa (7/4),"ucapnya kepada di Jakarta, Selasa.
Mengutip Sputnik, Trump memperingatkan Tehran bahwa militer AS dapat menghancurkan Iran sepenuhnya dalam "satu malam", dan itu mungkin terjadi paling cepat pada 7 April.
Pada 30 Maret, Trump mengatakan Washington akan "meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya" semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.
Selanjutnya pada Minggu (5/4), Trump mengancam akan menjalankan operasi tersebut pada 7 April, kecuali Iran membuka kembali jalur perairan strategis tersebut.
Presiden AS itu menambahkan bahwa saat ini adalah periode kritis dan tindakan AS di masa depan akan bergantung pada respons Iran. (end/ant)