09735843
IQPlus, (8/4) - Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi menguat 54 poin atau 0,316 persen menjadi Rp17.036 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.090 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan kurs rupiah dipengaruhi meredanya tekanan eksternal seiring gencatan senjata sementara antara AS dengan Iran.
"Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat tipis di kisaran Rp17.050 - Rp17.100 dipengaruhi oleh meredanya tekanan eksternal setelah (kesepakatan) jeda (perang) dua minggu (antara AS dengan Iran). (Ini) mendorong harga minyak dan index dollar turun," ucapnya kepada di Jakarta, Rabu.
Mengutip Sputnik, Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dengan Iran, yang akan berlangsung dari kedua pihak, selama dua pekan dan mengatakan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka.
Menurut Trump, kesepakatan tersebut diperantarai oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir yang mendorong Trump untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran.
Pemerintah Iran akan memulai pembicaraan dengan Amerika Serikat di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Jumat (10/4).
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa gencatan senjata akan diumumkan pada pekan ini dan negosiasi bukan berarti perang dengan Amerika Serikat berakhir. Apabila Amerika melakukan "kesalahan sekecil apa pun" selama pembicaraan nanti, maka Iran akan merespons dengan kekuatan penuh. (end/ant)