27259434
IQPlus, (30/9) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, bergerak menguat 59 poin atau 0,329 persen menjadi Rp17.884 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.943 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa menilai pergerakan rupiah dipengaruhi intervensi Bank Indonesia (BI) yang konsisten di pasar valuta asing (valas).
"BI tetap konsisten melakukan intervensi setelah rupiah sempat menembus Rp18.000 per dolar AS," ucapnya di Jakarta, Rabu.
BI menegaskan intervensi spot di pasar valas untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tetap dilakukan sesuai dengan dinamika pasar.
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G Hutapea menerangkan komposisi intervensi spot sekitar 30 persen merupakan komposisi yang bersifat historis dan tidak menjadi target dalam pelaksanaan intervensi.
Secara historis, seiring dengan upaya BI mendorong perkembangan pasar valas domestik, ia menyebut komposisi penggunaan instrumen spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF) mulai lebih berimbang. Namun, hal tersebut tidak berarti komitmen BI untuk melakukan intervensi di pasar spot berkurang.
Di samping itu, sentimen global turut mempengaruhi pergerakan rupiah, yakni kenaikan yield US Treasury dan penguatan dolar AS. (end/ant)