07030366
IQPlus, (12/3) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, sektor perbankan berencana untuk meminimalkan penggunaan SMS sebagai medium pemberitahuan (notifikasi) kepada nasabah guna mencegah meluasnya penipuan dengan metode base transceiver station (BTS) palsu.
"Kita melihat ada wacana pada sektor perbankan untuk meminimalisir penggunaan SMS ini. Mereka (perbankan) sudah tahu ini tidak secure, mereka akan meminimalkan penggunaan SMS dalam memberikan notifikasi atau informasi bank kepada nasabah," kata Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi saat media briefing, di Jakarta, Selasa.
Lebih lanjut, Friderica atau akrab disapa Kiki mengatakan bahwa OJK bersama industri perbankan sepakat untuk berkolaborasi dalam rangka semakin menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya penipuan keuangan melalui SMS yang belakangan marak terjadi.
Ia menjelaskan bahwa modus penipuan dengan tautan phishing tersembunyi dalam SMS terjadi, karena fraudster menggunakan metode BTS palsu dan menyebarkan SMS ke masyarakat dengan melakukan masking atas nama bank.
"Jadi itu sebenarnya bukan SMS dari bank yang 'dibelokkan'. Tapi itu benar-benar fraudster yang menggunakan BTS palsu dan menyebarkan kepada masyarakat. Ini memang bahaya sekali," kata Kiki. (end/ant)