28857186
IQPlus, (15/10) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat transaksi non-tunai di Jakarta meningkat 5,10 persen (year over year/ yoy) pada triwulan II 2024 seiring dengan penguatan pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta.
"Jenis pembayaran non-tunai tumbuh sebesar 5,10 persen (yoy)," kata Anggota Dewan Komisioner OJK Inarno Djajadi di Jakarta, Selasa.
Inarno mencontohkan transaksi melalui QR Code Indonesia Standard (QRIS). Data pada triwulan II 2024 menunjukkan jumlah entitas bisnis yang memanfaatkan QRIS (merchant) Jakarta tercatat sebanyak 5,4 juta atau bertambah sebanyak 119 ribu merchant QRIS dari triwulan sebelumnya.
QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia telah berlaku efektif secara nasional tahun 2020. Peluncuran QRIS, sambung Inarno, merupakan salah satu implementasi visi sistem pembayaran Indonesia 2025.
Inarno yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jakarta itu kemudian mengatakan pengembangan ekosistem keuangan digital yang sinergis diperlukan dalam rangka mewujudkan tingkat pertumbuhan ekonomi Jakarta yang masih cukup tinggi.
Adapun perekonomian Jakarta pada 2024, kata dia, diproyeksikan masih akan tumbuh tinggi yakni pada kisaran 4,6 sampai dengan 5,4 persen (yoy).
"Apalagi sebagaimana data yang ada pertumbuhan ekonomi Jakarta juga disertai oleh perkembangan transaksi pembayaran non-tunai yang terus meningkat dalam transaksi lokapasar (e-commerce)," kata dia. (end/ant)