06030847
IQPlus, (1/3) - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah menyebutkan kondisi sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Tengah sampai dengan Desember 2023 dalam kondisi stabil dengan kinerja tumbuh positif yang didukung dengan likuiditas yang memadai.
"Kinerja perbankan di Jawa Tengah pada Desember 2023 secara umum terjaga baik dan mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. Aset Perbankan di Jawa Tengah mencapai Rp619,11 triliun atau tumbuh sebesar 10,10 persen yoy," kata Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah Sumarjono, di Semarang, Kamis (29/2).
Dari sisi penghimpunan dana, kata Sumarjono, dana pihak ketiga (DPK) perbankan di Jawa Tengah mencapai Rp370,79 triliun atau tumbuh sebesar 5,14 persen yoy. Sementara itu penyaluran kredit Bank Umum di Jawa Tengah juga turut tumbuh sebesar 5,43 persen yoy atau mencapai sebesar Rp375,09 triliun.
Ia menyebutkan, pada sektor IKNB, jumlah penyelenggara fintech peer to peer lending berizin OJK hingga Desember 2023 yaitu sebanyak 101 penyelenggara yang terdiri dari 94 penyelenggara dengan sistem konvensional dan tujuh penyelenggara dengan sistem syariah.
"Kinerja fintech peer to peer (P2P) lending pada Desember 2023 di Jawa Tengah juga tercatat tumbuh positif. Outstanding pinjaman mencapai Rp4,65 triliun dan meningkat sebesar 26,7 persen yoy. Pertumbuhan tersebut diikuti dengan risiko kredit yang masih terjaga," katanya.
Sementara itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara melakukan berbagai tindakan strategis sebagai upaya menaikkan literasi dan inklusi ekonomi syariah di wilayahnya.
"Kami memiliki langkah-langkah yang konkret untuk menaikkan literasi dan inklusi syariah ," ujar Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor OJK Provinsi Sumut Wan Nuzul Fachri di Medan, Rabu. (end/ant)