05337314
IQPlus,(23/2) - PTPN IV PalmCo melalui unit Regional III di Riau menyiapkan langkah strategis untuk memperluas praktik perkebunan berkelanjutan hingga 44.000 hektare pada 2026.
Luasan tersebut setara lebih dari 60 persen total area kelola perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai PTPN V. Upaya ini difokuskan pada pemanfaatan bahan organik serta penguatan sistem penyerbukan alami di kebun kelapa sawit.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam penandatanganan rencana kerja operasional Regional III tahun 2026 yang berlangsung di Pekanbaru beberapa waktu lalu.
Agenda itu menjadi pijakan manajemen regional dalam mempercepat efisiensi sekaligus memperkuat praktik budidaya berkelanjutan. Optimalisasi produk samping pabrik kelapa sawit (PKS) serta peningkatan populasi serangga penyerbuk alami menjadi dua prioritas utama.
Berdasarkan data internal perusahaan, pada 2026 aplikasi pupuk organik ditargetkan mencakup 17.539 hektare. Sementara penguatan populasi dan agresivitas serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus direncanakan menjangkau 26.553 hektare.
Kedua program tersebut berjalan paralel guna menjaga keseimbangan produktivitas dan keberlanjutan lahan.
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menuturkan bahwa pemanfaatan tandan kosong (tankos), solid, dan abu janjang diarahkan untuk memperbaiki struktur tanah serta meningkatkan kesuburannya.
Langkah itu juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya fluktuatif.
"Seperti rencana perusahaan terkait optimalisasi bahan alami di seluruh perkebunannya di Indonesia, maka khusus di Regional III, total rencana aplikasi pupuk organik kami tahun ini mencapai 17.539 hektare. Ini mencakup tankos seluas 5.338 hektare, solid 992 hektare, serta abu janjang dan produk samping lainnya yang didistribusikan secara proporsional di kebun inti," kata Bambang dalam siaran persnya, Ahad (22/02/2026).(end)