22925408
IQPlus, (18/8) - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo mencatat penyerapan lebih dari 2,09 juta ton tandan buah segar (TBS) dari kebun petani mitra hingga Juli 2026 atau meningkat lebih dari 13 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Pada Juli 2026, pabrik kelapa sawit PalmCo menyerap sekitar 361 ribu ton TBS dari kebun rakyat, meningkat lebih dari 40 persen dibandingkan Juli 2025.
"Seperti arahan COO (Chief Operating Officer) Danantara yang juga merupakan Kepala BP BUMN (Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara) dan Bapak Menteri Pertanian, salah satu fokus kami dalam transformasi PalmCo adalah memastikan terciptanya ekosistem kemitraan yang sehat," kata Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.
Jatmiko mengatakan kemitraan tersebut tidak hanya memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani, tetapi juga mencakup pembinaan agronomi untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat.
Menurut dia, petani membutuhkan dukungan dalam pengelolaan kebun agar produktivitas meningkat dan pada akhirnya memberikan pengaruh positif terhadap pendapatan.
Salah satu pola yang diterapkan PalmCo adalah pendampingan kepada koperasi unit desa (KUD) agar pengelolaan kebun petani mengikuti standar yang serupa dengan perkebunan perusahaan, termasuk melalui penerapan praktik budidaya kelapa sawit yang baik atau good agricultural practices.
PalmCo mencatat rata-rata produktivitas kebun mitranya saat ini mencapai 20,18 ton per hektare, lebih tinggi dibandingkan standar 19 ton per hektare berdasarkan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS).
Selain pendampingan budidaya, perusahaan telah menyalurkan 6,8 juta bibit sawit unggul bersertifikat dan menjalankan peremajaan kebun sawit rakyat pada lebih dari 47 ribu hektare lahan.
Jatmiko menyebut peningkatan produktivitas diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
Perusahaan menyebutkan bahwa petani mitra memperoleh sisa hasil usaha (SHU) rata-rata Rp7 juta hingga Rp8 juta per bulan dari hasil areal kemitraan yang telah memasuki masa menghasilkan dan mencatat produksi TBS di atas standar nasional.
PalmCo mengatakan bahwa sejumlah KUD mitra perusahaan yang menaungi petani juga tercatat memiliki saldo kas tahunan sekitar Rp3 miliar hingga Rp5 miliar.
"Ini menjadi contoh yang ingin terus kami replikasi agar seluruh areal kemitraan kami yang totalnya mencapai 52 ribu hektare, termasuk untuk kebun-kebun mitra lain ke depannya, bisa mendapatkan tingkat kesejahteraan yang sama," ujar Jatmiko. (end/ant)