24936157
IQPlus, (6/9) - Seorang pejabat bank sentral Tiongkok (PBOC) menyebutkan Tiongkok masih melihat ruang untuk menurunkan jumlah uang tunai yang harus disimpan bank sebagai cadangan. PBOC menambahkan pemberi pinjaman akan terus menerapkan kebijakan untuk mendukung pemulihan ekonomi.
"Pemotongan rasio persyaratan cadangan (RRR) pada awal tahun ini masih menunjukkan dampaknya," kata Kepala Departemen Kebijakan Moneter PBOC Zou Lan, pada konferensi media di Beijing, dikutip dari The Business Times, Jumat, 6 September 2024.
"Rata-rata RRR untuk lembaga keuangan saat ini sekitar tujuh persen. Jadi masih ada ruang," tambahnya.
PBOC melakukan pemotongan RRR sebesar 50 bps untuk semua bank yang mulai berlaku pada 5 Februari untuk mendukung pemulihan ekonomi yang rapuh. Namun, indikator menunjukkan ekonomi Tiongkok tumbuh jauh lebih lambat dari yang diharapkan pada kuartal kedua, terseret oleh penurunan properti yang berkepanjangan dan permintaan domestik yang lemah.
Zou mengatakan penyempitan margin bunga bersih bank akan membatasi pemotongan lebih lanjut dalam suku bunga simpanan dan pinjaman, seraya menambahkan bank sentral akan secara wajar menetapkan kekuatan dan kecepatan penyesuaian kebijakan berdasarkan pemulihan ekonomi.
Sedangkan Goldman Sachs memperkirakan PBOC akan memberikan pemotongan RRR sebesar 25 bps pada September dan pemotongan suku bunga kebijakan sebesar 10 bps pada kuartal keempat.
Sebuah survei resmi menunjukkan aktivitas manufaktur China yang meluas merosot ke level terendah dalam enam bulan pada Agustus, menekan para pembuat kebijakan untuk terus melanjutkan rencana untuk mengarahkan lebih banyak stimulus ke rumah tangga. (end/ba)