25626766
IQPlus, (14/9) - PEFINDO menurunkan peringkat PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank bjb) menjadi idAA- dari idAA. PEFINDO juga menurunkan peringkat Obligasi Berkelanjutan I dan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I yang diterbitkan Bank bjb menjadi idAA- dari idAA, peringkat Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II, III, dan IV menjadi idA dari idA+, serta peringkat Surat Berharga Perpetual Berkelanjutan I menjadi idA- dari idA. Prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat obligasi subordinasi berada dua tingkat di bawah peringkat perusahaan karena memperhitungkan risiko instrumen tersebut dapat dihapusbukukan (write-down) pada kondisi non-viability. Peringkat surat berharga perpetual berada satu tingkat di bawah peringkat obligasi subordinasi, mengingat statusnya yang lebih junior terhadap obligasi subordinasi. Surat berharga perpetual diklasifikasikan sebagai modal inti tambahan dan memiliki karakteristik diskresi penuh dalam penangguhan kupon.
Penurunan peringkat mencerminkan tekanan yang berkelanjutan terhadap profil keuangan Bank, terutama kualitas aset. Kami memandang bahwa kualitas aset Bank akan tetap berada di bawah tekanan dalam jangka pendek, didorong oleh berkurangnya transfer pemerintah pusat kepada pemerintah daerah serta melemahnya kemampuan pembayaran debitur, khususnya pada segmen kredit produktif. Hal ini tercermin dari peningkatan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 3,3% per Juni 2026 (1H2026), dari 2,8% pada Desember 2025 (FY2025) dan 2,2% pada Desember 2024 (FY2024), sementara rasio special mention loans (SML) meningkat menjadi 4,3%, dari masing-masing 3,8% dan 2,7%, selama periode tersebut. Sementara itu, rasio pencadangan terhadap NPL menurun menjadi 85,8% pada 1H2026 dari 91,6% pada FY2025 dan 84,4% pada FY2024, menunjukkan melemahnya cakupan pencadangan di tengah pemburukan kualitas aset. Meskipun Bank telah merencanakan write-off sebesar Rp814 miliar pada tahun ini, disertai dengan estimasi pemulihan kredit bermasalah sebesar Rp280 miliar, kami memproyeksikan rasio NPL akan tetap tinggi di kisaran 2,8%-3,0% dalam jangka pendek. Peringkat mencerminkan posisi bisnis Bank bjb yang sangat kuat didukung oleh pasar captive di provinsi Jawa Barat dan Banten, permodalan yang sangat kuat, dan profil likuiditas yang sangat kuat. Peringkat tersebut dibatasi oleh persaingan yang ketat di luar pasar captive dan rasio kredit bermasalah (NPL) yang tinggi di segmen kredit produktif.
Peringkat dapat dinaikkan jika Bank bjb mampu memperkuat profil keuangannya secara substansial dan berkesinambungan, khususnya pada kualitas aset. Sebaliknya, peringkat dapat diturunkan apabila profil bisnis dan keuangan Bank melemah secara material dan berkelanjutan, yang tercermin dari hilangnya posisi pasar atau memburuknya kualitas pasar captive Bank, disertai dengan pelemahan yang signifikan pada kualitas aset, permodalan, dan profitabilitas.
Didirikan pada tahun 1961, Bank bjb merupakan Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk wilayah Jawa Barat dan Banten. Pada akhir Juni 2026, 75,55% saham Bank bjb dimiliki oleh pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten di wilayah Jawa Barat dan Banten, serta sisanya sebesar 24,45% dimiliki oleh publik. (end)