00630777
IQPlus, (7/1) - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) selama arus balik angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Upaya tersebut dilakukan melalui pemantauan langsung proses bunkering di KM Sangiang yang sandar di Pelabuhan Samudera Bitung, Selasa malam, 6 Januari 2026.
Kegiatan monitoring ini dihadiri Direktur Utama PT PELNI Tri Andayani yang didampingi Direktur Armada dan Teknik Robert MP Sinaga serta Kepala Cabang PELNI Bitung Juni Samsudin.
Turut hadir pula Kepala BPH Migas Wahyudi Anas beserta jajaran Komite dan Koordinator Pengawas BPH Migas.
Tri Andayani yang akrab disapa Anda menjelaskan bahwa pemantauan bersama BPH Migas menjadi langkah penting untuk menjamin proses bunkering berjalan sesuai standar, khususnya di masa arus balik Nataru 2025/2026 yang memiliki intensitas operasional tinggi.
"Selain itu, kami juga menggandeng PT Sucofindo dalam proses bunkering untuk memastikan pengisian BBM telah sesuai, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas," terang Anda.
Selama periode angkutan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, kebutuhan BBM untuk operasional 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis diperkirakan berada di kisaran 17.000 hingga 18.000 kiloliter. (end)