15225599
IQPlus, (2/6) - Total penjualan kendaraan BYD meningkat untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan pada bulan Mei, didorong oleh permintaan internasional yang kuat karena harga minyak yang tinggi memicu peralihan ke mobil listrik.
Produsen mobil yang berbasis di Shenzhen ini mengirimkan 383.453 kendaraan bulan lalu, naik 0,3 persen dari tahun sebelumnya, demikian pernyataan yang dikeluarkan pada hari Senin (1 Juni). Dari jumlah tersebut, 160.644 terjual di pasar luar negeri, yang menggarisbawahi pentingnya ekspansi global BYD karena permintaan di dalam negeri mendingin. Perusahaan ini menargetkan penjualan 1,3 juta mobil di luar China tahun ini, sekitar 25 persen lebih banyak daripada tahun 2025.
Data ini membantu meningkatkan sentimen investor setelah BYD melaporkan penurunan laba yang tajam pada kuartal sebelumnya, karena terus berjuang dengan penghapusan subsidi pemerintah dan meningkatnya persaingan dari produsen mobil China lainnya.
BYD mengandalkan sejumlah model baru dan baterai pengisian cepat untuk mendorong penjualan hingga akhir tahun. Menghadapi tekanan dari perang harga domestik, perusahaan telah secara agresif berekspansi ke luar negeri, dengan penjualan yang melonjak di Eropa. Mereka sedang bernegosiasi dengan Stellantis dan produsen mobil Eropa lainnya untuk mengambil alih pabrik-pabrik yang kurang dimanfaatkan di wilayah tersebut.
Tanda-tanda awal menunjukkan BYD dapat segera mendapatkan daya tarik di pasar Kanada karena para pejabat pemerintah sedang membahas bagaimana mengalokasikan kuota tarif rendah baru untuk kendaraan listrik buatan Tiongkok. Kuota tersebut, yang dibuat berdasarkan kesepakatan perdagangan Januari lalu, bertujuan untuk membuka pasar bagi merek-merek Tiongkok yang masih relatif baru bagi konsumen Kanada. (end/Bloomberg)