PERKUAT MODAL ANAK USAHA, GSMF SIAP GELAR PRIVATE PLACEMENT RP150 MILIAR

  • Info Pasar & Berita
  • 12 Jun 2026

16230078

IQPlus, (12/6) - PT Equity Development Investment Tbk (Perseroan) secara resmi mengumumkan rencana aksi korporasi melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Perusahaan jasa keuangan yang berkedudukan di Jakarta ini berencana menerbitkan saham Seri C baru sebanyak-banyaknya 1.423.039.900 lembar saham. Jumlah tersebut setara dengan maksimal 10% dari seluruh modal yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh Perseroan. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam memperkuat permodalan serta mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan entitas anak usaha.

Seluruh dana segar yang ditargetkan mencapai Rp150 miliar tersebut berasal dari Equity Global International Ltd (EGIL) selaku pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan sebesar 68,28%. EGIL dipastikan mengambil bagian penuh dalam penyetoran modal tunai kali ini guna meminimalkan risiko ketidakpastian pendanaan dari pihak eksternal.

Manajemen menjelaskan bahwa sebagian dana, yakni sebesar Rp60,13 miliar, merupakan konversi dari uang muka setoran modal bertahap yang telah diterima dari EGIL hingga akhir Desember 2025. Dana talangan tersebut bahkan telah disalurkan lebih awal oleh Perseroan pada 11 Maret 2026 untuk menambah penyertaan modal di PT Equity Finance Indonesia (EFI). Penyertaan ini ditujukan langsung demi memenuhi Rencana Tindak perbaikan kinerja keuangan dan operasional EFI yang telah disetujui OJK.

Lebih lanjut, sisa dana PMTHMETD sebesar Rp89,86 miliar akan disetorkan oleh EGIL secara tunai setelah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham. Dari sisa dana tersebut, sebesar Rp60 miliar dialokasikan kembali untuk penguatan modal EFI pada tahun 2026, dan Rp10 miliar untuk tahun 2027. Sementara itu, sisa dana lainnya akan dimanfaatkan untuk membiayai operasional Perseroan, pengembangan sistem dasbor finansial, penguatan keamanan siber, hingga agenda pemasaran korporasi.

Aksi korporasi ini dipastikan tidak akan mengubah status pengendalian internal di tubuh Perseroan mengingat EGIL bertindak sebagai penyerap tunggal. Di sisi lain, persentase saham free float publik diproyeksikan sedikit menurun dari 29,79% menjadi 27,08%, yang berarti masih berada di atas ambang batas minimum ketentuan Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 15%.

Kendati demikian, pemegang saham yang tidak ikut ambil bagian dalam PMTHMETD ini akan mengalami pengenceran (dilusi) kepemilikan saham maksimal 9,09%. Guna meresmikan rencana penambahan modal tanpa HMETD ini, Direksi Perseroan menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada hari Senin, 15 Juni 2026. (end)


Kembali ke Blog