02647382
IQPlus, (27/1) - PT Tunas Alfin Tbk (TALF) memberikan klarifikasi terkait volatilitas transaksi efek yang terjadi pada saham perusahaan baru-baru ini. Dalam jawaban resminya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten yang bergerak di bidang industri kemasan ini mengungkapkan rencana strategis pemegang saham pengendali untuk masa depan perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada 27 Januari 2026, Direktur TALF, Bernardus Budiman, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian material yang belum diungkapkan kepada publik yang dapat mempengaruhi harga efek perusahaan.
Rencana Masuknya Investor Baru Salah satu poin krusial yang disampaikan manajemen adalah mengenai rencana jangka menengah dari pemegang saham utama. Dalam penjelasannya kepada bursa, manajemen mengungkapkan bahwa pemegang saham pengendali saat ini sedang menghendaki kehadiran investor baru.
"Pemegang saham pengendali atau utama dalam jangka menengah ke depannya, menghendaki adanya Investor baru untuk memperkuat Struktur Permodalan Perseroan," tulis manajemen dalam laporan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperkokoh fundamental keuangan perusahaan guna mendukung pertumbuhan di masa mendatang.
Ia menambahkan bahwa Kondisi Operasional Tetap Normal Terkait pergerakan harga saham yang fluktuatif, manajemen TALF memastikan bahwa, tidak Ada Aksi Korporasi Segera: Perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan tindakan korporasi dalam waktu dekat yang dapat berakibat pada pencatatan saham di bursa. Kemudian, tidak ada fakta penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi keputusan investasi pemodal yang belum disampaikan kepada publik sesuai regulasi POJK 31/2015.
Manajemen juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas transaksi tertentu dari pemegang saham yang melatarbelakangi volatilitas pasar tersebut. Klarifikasi ini memberikan sinyal bagi pasar bahwa meskipun terjadi gejolak harga, operasional perusahaan tetap berjalan normal dengan visi penguatan modal melalui mitra strategis di masa depan. (end)