19133088
IQPlus, (11/7) - Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI), melalui peran barunya sebagai GovTech Indonesia (INA DIGITAL), mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam forum strategis yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia.
Forum ini digelar di Ruang Pancasatya, Kantor PERURI Jakarta, sebagai bagian dari kunjungan delegasi AYALA Corporation, perusahaan konglomerasi asal Filipina yang memiliki portofolio di berbagai sektor seperti perbankan, teknologi, dan edukasi.
Kunjungan AYALA ke Indonesia ini merupakan bagian dari inisiatif eksplorasi kerja sama lintas negara dalam bidang digitalisasi pendidikan.
Dalam forum tersebut, INA Digital Edu, unit khusus di bawah INA DIGITAL yang berfokus pada pendidikan digital, berkolaborasi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen.
Keduanya memaparkan berbagai pengalaman dan strategi Indonesia dalam membangun solusi pendidikan berbasis teknologi, termasuk upaya menjembatani kesenjangan digital dan memperkuat inovasi berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.
Forum dibuka oleh Asrul Ardianto, Head of Digital Commercial Division PERURI, yang menekankan transformasi besar PERURI dari BUMN pencetak uang menjadi pemain utama dalam transformasi digital layanan publik nasional.
Ia menambahkan bahwa melalui INA DIGITAL, PERURI mendorong terbentuknya ekosistem layanan pemerintah yang lebih terintegrasi, efisien, dan berbasis teknologi.
Dukungan terhadap transformasi ini juga disampaikan oleh A. Sunu Widyatmoko, Principle Subject Matter Expert PERURI, dan Agus Triarso, Kepala Tata Kelola SPBE dan Transformasi Digital di Pusdatin Kemendikdasmen.
Keduanya menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem digital yang mampu mempercepat pemerataan kualitas pembelajaran di seluruh pelosok Indonesia.
Salah satu terobosan yang diperkenalkan dalam forum ini adalah Rumah Pendidikan, ekosistem digital terpadu yang dikembangkan oleh INA Digital Edu.
Kevin Emeraldi, Chief Operating Officer INA Digital Edu, menjelaskan bahwa platform ini menyediakan berbagai layanan spesifik bagi pemangku kepentingan pendidikan, seperti Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan, Ruang Murid, Ruang Bahasa, hingga Ruang Sekolah.
Penerapan Rumah Pendidikan telah menunjukkan dampak signifikan.
Pada tahun 2023, akses pelatihan berkualitas bagi tenaga pendidik meningkat hingga tujuh kali lipat.
Sebanyak 1,3 juta guru berhasil memperoleh sertifikasi, dan 60% siswa mengalami peningkatan kompetensi minimum berhitung.
Melalui kerja sama lintas negara, INA Digital Edu berharap dapat terus memperluas dampak positif teknologi dalam dunia pendidikan.mewujudkan sistem pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global. (end)